— PADANG – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Andre Rosiade, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto atas dukungan penuh dalam pembangunan kembali Stadion H. Agus Salim, Padang. Menurut Andre, dimulainya proyek revitalisasi stadion ikonik Sumatera Barat ini menjadi bukti konkret komitmen Presiden Prabowo dalam mempercepat pembangunan di wilayah tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Andre saat acara peletakan batu pertama pembangunan kembali Stadion H. Agus Salim pada Rabu (9/9/2026). Momen bersejarah ini menandai dimulainya renovasi total stadion yang telah berdiri sejak 1983 dan menjadi kebanggaan masyarakat Minang.

“Alhamdulillah, puji syukur hari ini kita sudah meletakkan batu pertama. Ini tanda dimulainya pembangunan kembali Stadion H. Agus Salim, stadion bola kebanggaan urang Minang, kebanggaan masyarakat Sumatera Barat,” ujar Andre dalam keterangan tertulisnya.

Andre menjelaskan bahwa pembangunan kembali Stadion H. Agus Salim bukan sekadar renovasi, melainkan pembangunan ulang total. Stadion lama akan dibongkar total untuk digantikan dengan bangunan baru yang didesain lebih modern dan memenuhi standar internasional.

Realisasi proyek ini, lanjut Andre, tidak lepas dari komunikasi intensif dan lobi yang dilakukannya bersama anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra kepada Presiden Prabowo. “Alhamdulillah kami sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra melakukan komunikasi dan lobi kepada Pak Presiden Prabowo. Alhamdulillah beliau setuju untuk memberikan anggaran dan mendukung pembangunan kembali Stadion H. Agus Salim,” tuturnya.

Ia juga berterima kasih kepada Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang turut berperan meyakinkan Presiden. Setelah mendapat persetujuan, Istana Kepresidenan menindaklanjuti usulan tersebut melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk segera diproses.

Proses menuju pembangunan memakan waktu hampir satu tahun, meliputi penyusunan desain, persiapan, hingga proses tender. Kementerian PU kemudian ditugaskan untuk menganggarkan dan melaksanakan pembangunan stadion tersebut.

Andre mengapresiasi Menteri PU, Dody Hanggodo, beserta jajaran Kementerian PU yang telah memproses proyek ini hingga tahap konstruksi. “Sekali lagi, pembangunan Stadion H. Agus Salim ini adalah persembahan Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, untuk Sumatera Barat. Terima kasih sekali lagi Kementerian PU, Pak Dody Hanggodo, beserta seluruh jajaran Kementerian PU yang sudah memproses dan mengeksekusi instruksi Presiden ini agar Stadion H. Agus Salim segera dibangun kembali,” tegasnya.

Andre menilai pembangunan stadion ini menjadi bukti nyata dukungan konkret Presiden Prabowo terhadap Sumatera Barat. “Ini bukti komitmen Presiden Prabowo terhadap pembangunan Sumatera Barat. Pembangunan kembali Stadion H. Agus Salim ini adalah bukti Presiden Prabowo sangat menyayangi dan mencintai Sumatera Barat. Ini adalah bukti Pak Prabowo Komit mempercepat pembangunan Sumbar,” katanya.

Stadion Modern dengan Sentuhan Minangkabau

Stadion H. Agus Salim yang baru akan memiliki kapasitas sekitar 12.000 hingga 13.000 penonton, dengan seluruh kursi menggunakan sistem single seat dan mengacu pada standar Federasi Sepak Bola Asia (AFC). Fasilitas modern yang akan tersedia meliputi lapangan berstandar FIFA, sistem drainase mutakhir, ruang ganti pemain, ruang pemanasan, ruang konferensi pers, lounge VVIP, Royal Box, musala, hingga fasilitas bagi penyandang disabilitas.

Meskipun mengusung konsep modern, identitas Minangkabau tetap menjadi elemen penting dalam desain. “Ini stadion modern, tapi tentu tidak melupakan ciri khas Sumatera Barat. Di dindingnya ada fasad yang menggambarkan rumah adat Minangkabau. Gonjong sembilan yang selama ini menjadi ikon stadion juga akan dibangun kembali di taman. Di depan gerbang utama juga akan dibangun semacam gerbang gonjong,” jelas Andre.

Konsep ini dianggap penting karena Stadion H. Agus Salim merupakan bagian dari identitas masyarakat Sumatera Barat. “Semua kita akomodir karena inilah stadion kebanggaan Sumatera Barat, kebanggaan urang Minang,” ujarnya.

Target Rampung Awal 2028

Pembangunan Stadion H. Agus Salim ditargetkan selesai pada awal 2028. Diharapkan stadion ini dapat kembali menjadi kandang Semen Padang FC pada musim 2028/2029, yang berarti tim tersebut akan menjadi tim musafir selama dua tahun. Andre meminta dukungan seluruh masyarakat agar proses pembangunan berjalan lancar dan sesuai target.

Ia juga berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Padang memberikan dukungan penuh selama proses pembangunan berlangsung. Pembangunan stadion dilaksanakan oleh PT Hutama Karya dan PT Adhi Karya melalui kerja sama operasi (KSO). Penutupan areal stadion untuk konstruksi direncanakan mulai 20 September 2026. “Mohon doa dan dukungannya dari seluruh masyarakat agar proyek ini bisa cepat selesai. Mudah-mudahan awal 2028 sudah selesai,” katanya.

Andre menambahkan, pemerintah Presiden Prabowo juga tengah mendorong pembangunan infrastruktur strategis lainnya di Sumatera Barat, seperti Flyover Sitinjau Lauik dan rencana pengembangan jalan tol. Ia berharap proyek-proyek tersebut dapat memperkuat konektivitas dan mempercepat pembangunan ekonomi Sumatera Barat.

Acara peletakan batu pertama turut dihadiri oleh jajaran penting dari PT Hutama Karya, PT Adhi Karya, RSUP M. Djamil, Polresta Padang, serta perwakilan dari DPRD Sumbar dan DPRD Kota Padang.