Sepakbola, Sport

Prabowo Sedih dengan Sepakbola RI, Netizen Sindir Ketua PSSI yang Dijagokan Gerindra di Pilgub Sumut

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan Musa Rajeckshah (Eramas), di Lapangan Merdeka, Medan, Sumatera Utara, Minggu (7/1/2018). (Foto: Tribun Medan/Riski Cahyadi)

Jurnalindonesia.co.id – Demam sepakbola Piala Dunia 2018 sedang mewabah masyarakat seantero dunia. Namun tidak bagi Prabowo Subianto. Ketua Umum Gerindra ini mengaku tak tertarik menonton pesta sepakbola 4 tahunan tersebut. Alasannya, karena Timnas Indonesia tidak masuk dalam daftar kontestan Piala Dunia 2018.

“Saya termasuk yang tidak pernah nonton Piala Dunia karena saya sedih Indonesia nggak ada. Itu saja,” kata Prabowo di Jl Widya Chandra IV, Jakarta, Senin (25/6/2018).

Prabowo mengkritik peringkat sepakbola RI dan membandingkannya dengan negara lain soal banyak hal. Prabowo merujuk pada data Bank Dunia.

“Paling sedih saya, peringkat sepakbola Juni 2018. Saudara-saudara, Indonesia 164, di bawah Belize. Negara kecil Islandia masuk Piala Dunia,” ucap Prabowo.

Namun pernyataan Prabowo tersebut justru dibalas dengan sindiran menohok oleh netizen. Iman Sjafei, misalnya, menyinggung Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang saat ini tengah berlaga di Pemilihan Gubernur Provinsi Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.

“Prabowo sedih peringkat sepakbola Indonesia sangat rendah dan ga masuk piala dunia. Gini pak, Ketua PSSI-nya kemarin baru bapak puji-puji dan rekomendasikan sebagai putra terbaik yang pantas jadi Gubernur Sumatera Utara. Sedih emang pak,” sindir Iman Sjafei melalui akun Twitter @imanlagi.

Diketahui, Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi maju dalam pemilihan Gubernur Sumatera Utara dengan didukung partai Gerindra dan PKS, PAN, Golkar, dan NasDem.

Saat ini Edy tengah cuti dari kepengurusan PSSI dari tanggal 12 Februari hingga 30 Juni lantaran harus fokus berkampanye.

Ketua Umum PSSI yang juga Cagub Sumut Edy Rahmayadi saat Konsolidasi Akhir Pemenangan Eramas dan buka puasa bersama di Hotel Polonia Medan Sabtu (2/6/2018). (Foto: Dok. ERAMAS)

Mengenai peringkat sepakbola, dalam FIFA, Indonesia kalah dibandingkan sejumlah negara lainnya. Di antaranya dari Vietnam (peringkat 102), Filipina (115), Thailand (122), dan Myanmar (138).

Indonesia memang tidak mengikuti Kualifikasi Piala Dunia 2018. Ketika masa Kualifikasi pada 2015 silam, Indonesia sedang terkena sanksi FIFA. AFC memutuskan untuk mencoret Timnas Indonesia.

Pendapatan per kapita

Selain soal sepakbola, Prabowo juga menyoroti pendapatan per kapita masyarakat Indonesia. Prabowo menyebut posisi Indonesia saat ini tak sesuai dengan keadaan sumber daya alam yang dimiliki.

“Apakah pantas dari PDB nominal per kapita kita rata-rata, pantas nggak, rata-rata kita di dunia ini, urutan kita adalah 152. Kita di bawah Armenia, 3.500. Padahal negara kita keempat terbesar di dunia memiliki semua sumber alam yang bisa dibutuhkan oleh negara maju,” ucap Prabowo.

“Singapura, pulau hanya 55 ribu hektare, tidak punya batu bara, kelapa sawit, karet, emas, tidak punya apa-apa. Dia bisa urutan ke-11. Kita tidak boleh iri ke Singapura, tapi kita harus belajar. Kita bertanya, ataukah elitenya, kita-kita ini pemimpin pemimpinnya yang kurang pandai, kurang pintar,” jelas Prabowo.

Prabowo lalu berbicara tentang indeks pembangunan manusia versi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menurut Prabowo, kriteria negara berhasil atau tidak versi PBB salah satunya diukur oleh Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM itu memuat harapan hidup, penghasilan nyata rata-rata, dan tingkat pendidikan.

“Indonesia nomor urut 113. Sedikit di atas Palestina. Singapura di atas 10 besar. Malaysia di atas, Thailand di atas. Kita bertanya sekali lagi, mengapa kita papan bawah Indeks Pembangunan Manusia,” ucap Prabowo.

Prabowo lalu beranjak ke indikator harapan hidup. Indonesia ada di peringkat 168 dari 200 negara.

“Ini rapor kita makin merah. Kita di bawah Mikronesia. Saya juga nggak jelas Mikronesia persisnya di mana. Di bawah Thailand, Vietnam,” ucapnya.

Berangkat ke indikator kesehatan, salah satunya konsumsi protein per hari Indonesia. Prabowo menyebutnya ‘lumayan’. Prabowo juga bicara indikator kemudahan mendapatkan air bersih.

“Lumayanlah, kita di atas Kenya, masih di bawah Chad, Chad negara padang pasir. Saudara bukalah YouTube, Chad itu masih perang sekarang,” sebut Prabowo.

“Negara 73 tahun merdeka. Kemudahan mendapat air bersih, Indonesia sedikit di atas Tajikistan, 123, rakyat kita banyak yang tidak punya air bersih. Ini kita nomor 1 jumlah spesies binatang mamalia yang terancam punah. 191,” ucap Prabowo.

Loading...

Berita lainnya