— Mantan Presiden Benfica, Luis Filipe Vieira, meyakini bahwa pelatih baru Timnas Portugal, Jorge Jesus, tidak akan ragu untuk mencadangkan Cristiano Ronaldo jika performanya dianggap tidak memadai. Vieira berpendapat bahwa Jesus akan bersikap profesional dan memprioritaskan performa pemain di lapangan.

Jabatan pelatih Timnas Portugal baru saja beralih dari Roberto Martinez ke Jorge Jesus. Peralihan ini terjadi setelah Martinez meninggalkan posisinya pasca Piala Dunia 2026, di mana Portugal hanya mampu mencapai babak 16 besar setelah dikalahkan Spanyol dengan skor tipis 0-1.

Selama era kepelatihan Roberto Martinez, Cristiano Ronaldo menjadi pilihan utama sebagai penyerang Portugal, termasuk di Piala Dunia 2026. Ia selalu tampil sebagai starter dalam enam pertandingan di turnamen tersebut dan berhasil mencetak dua gol. Ronaldo juga mencatatkan rekor sebagai pemain pertama yang tampil di enam edisi Piala Dunia.

Namun, penampilan Ronaldo di Piala Dunia 2026 tidak lepas dari kritik. Beberapa pihak menilai performanya sudah menurun seiring bertambahnya usia, meskipun ia telah bermain di usia 41 tahun.

Banyak pihak memprediksi bahwa pergantian pelatih dari Martinez ke Jesus tidak akan banyak mengubah peran Ronaldo di Timnas Portugal, terutama mengingat Jesus pernah melatih Ronaldo saat di Al Nassr. Akan tetapi, Vieira memiliki pandangan berbeda.

Vieira yakin bahwa Jesus, yang pernah melatih Benfica pada periode 2009-2015 dan 2020-2021, akan berani mengambil keputusan sulit. “Saya pikir dia tahu bagaimana mengelola situasi itu, dan akan tahu bagaimana mengelolanya. Dia memiliki hubungan yang hebat dengan Ronaldo, tentu saja,” ujar Vieira seperti dikutip dari Marca.

Vieira menambahkan bahwa Ronaldo sendiri kemungkinan sudah menyadari bahwa akhir kariernya semakin dekat. “Ronaldo juga tahu bahwa akhir kariernya sudah mulai dipertimbangkan. Dia harus memutuskan dan, terkadang, mungkin dia akan bermain, terkadang tidak, dan seterusnya,” jelasnya.