Jurnal Indonesia — Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan pesan perpisahan menyentuh hati sekaligus membungkam para pengkritik terkait Piala Dunia 2026. Dalam tulisannya yang diunggah di situs resmi FIFA, Infantino menggambarkan ajang tersebut sebagai momen penyatu umat manusia, yang sayangnya dilewatkan oleh mereka yang dipenuhi kebencian.
“Kepada semua yang merindukan permainan indah, emosi, perayaan, tawa, tangisan, tipu daya, dan kegembiraan. Kepada semua yang merindukan menyaksikan anak-anak, bayi, kakek-nenek, dan orang tua berkumpul untuk permainan indah ini, saya minta maaf karena pertandingan telah berakhir dan maaf karena Anda melewatkan semua kegembiraan dan kebersamaan itu. Maaf karena Anda begitu terbuai oleh kebencian dan kritik sehingga Anda melewatkan semuanya,” ujar Infantino mengawali pesannya.
Ia melanjutkan, ditujukan kepada mereka yang gemar menyebarkan kebencian dan rumor palsu, “Sementara Anda duduk di belakang, kami di FIFA berada di garis depan, mengatur, bekerja keras, dan memberikan pertunjukan terbaik di dunia.” Infantino menekankan bahwa saat para pengkritik bersembunyi, tim FIFA justru aktif berinteraksi dengan penggemar di jalan-jalan Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat, serta memastikan keselamatan semua pihak.
“Sementara Anda memecah belah, kami bersatu. Orang-orang berkumpul sebagai keluarga, sebagai penggemar, sebagai satu kesatuan,” tegas Infantino.
Menanggapi beberapa kontroversi yang muncul, seperti diputihkannya kartu merah Balogun, Infantino memaklumi ketidakpuasan terhadap keputusan otoritas. Namun, ia mengingatkan bahwa hal serupa juga kerap terjadi di beberapa liga top dunia. “Keputusan wasit yang ‘diperdebatkan’ atau keputusan disiplin yang ‘aneh’ seperti misalnya kartu merah atau kuning yang berpotensi salah atau keputusan selanjutnya untuk tidak melarang pemain dalam situasi tertentu adalah hal yang rutin dan diterima secara luas di beberapa liga terbesar di dunia,” jelasnya.
Ia menambahkan dengan nada menyindir, “Anehnya, negara-negara yang menerapkan praktik-praktik ini adalah negara-negara yang mengkritik.”
Di akhir pesannya, Gianni Infantino berharap semua pihak dapat menerima hasil dengan lapang dada, karena pada hakikatnya sepak bola mampu menyatukan seluruh umat manusia. “Karena hanya permainan indah ini yang dapat menghadirkan pertunjukan luar biasa seperti ini, pertunjukan di mana semua orang menjadi satu dan terhubung kembali sebagai manusia,” tuturnya.
Infantino juga menyampaikan harapan agar para pengkritik dapat menemukan cinta dan kedamaian. “Semoga kalian menemukan kedamaian; kami di FIFA telah menemukan kedamaian kami dan kami menyampaikannya, dengan menyelenggarakan Piala Dunia FIFA yang paling luar biasa. Semoga sepak bola mengatasi semua kebencian,” imbuhnya.
Sebagai penutup, Infantino mengungkapkan kebanggaannya sebagai Presiden FIFA yang telah berkontribusi pada acara tersebut. “Akhirnya, saya sangat bangga, sebagai Presiden FIFA, telah berkontribusi, meskipun sedikit, pada acara ini. Ini perasaan yang luar biasa!” tutupnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.