— MADRID – Perseteruan antara Real Madrid dan Presiden LaLiga, Javier Tebas, kian memanas. Setelah Los Blancos mendesak adanya kepemimpinan baru di LaLiga menyusul kekalahan mereka dari Atletico Madrid yang dinilai akibat keputusan wasit yang berat sebelah, Tebas memberikan tanggapan tegas.

Tebas membantah keras tudingan adanya konspirasi untuk menjegal Real Madrid di Liga Spanyol. Ia berpendapat bahwa keputusan wasit yang diambil sudah sesuai dan tidak ada bukti kecurangan yang disengaja.

Menanggapi pernyataan Tebas, Real Madrid menilai komentar sang presiden LaLiga tidak pantas dikeluarkan. Klub ibu kota Spanyol itu kembali menyerukan pergantian kepemimpinan di badan pengatur liga.

Tuntutan Real Madrid mendapat respons lanjutan dari Tebas. Pria berusia 64 tahun itu kembali mengecam Los Blancos dan menyoroti kebiasaan klub tersebut yang selalu merasa dicurangi setiap kali mengalami kekalahan.

“Mereka menuntut agar saya berkontribusi untuk membangun kepercayaan pada imparsialitas kompetisi. Justru karena alasan itulah, saya menolak narasi bahwa wasit diarahkan untuk melawan Real Madrid,” tulis Tebas di platform X.

“Mengkritik keputusan wasit adalah hal yang sah. Namun, mengubah setiap kerugian menjadi bukti kecurangan adalah hal lain. Apakah itu akan membangun kepercayaan atau merusak citra sepakbola Spanyol?” tambahnya.

Tebas juga mempertanyakan permintaan Real Madrid yang menginginkannya melepaskan tanggung jawab. “Mereka mengacaukan netralitas dengan independensi. Jika yang mereka maksud dengan netralitas adalah tidak memihak dalam hal apa pun, bahkan antara yang benar dan yang salah, kenapa mereka meminta saya untuk melepaskan tanggung jawab saya?”

“Independensi membutuhkan pengambilan keputusan berdasarkan penilaian sendiri, tanpa tekanan atau subordinasi, menerapkan aturan yang sama kepada semua orang dan membela kepentingan bersama. Itu berarti mengambil keputusan dan mengambil posisi, bahkan jika Real Madrid tidak menyukainya,” tegasnya.