Jurnal Indonesia — JAKARTA – Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, tampaknya masih menyimpan kekecewaan terkait kepergian Luciano Spalletti dari kursi kepelatihan klub. Ia menegaskan bahwa semua pelatih pada dasarnya adalah karyawan, terlepas dari kesuksesan yang diraih.
Napoli mencapai puncak kejayaan di musim 2022/2023 dengan meraih gelar Scudetto, sebuah pencapaian yang terakhir kali diraih klub pada tahun 1990. Namun, setelah mempersembahkan gelar bersejarah tersebut, Spalletti memutuskan untuk meninggalkan Napoli dan menerima tawaran sebagai pelatih Tim Nasional Italia.
Keputusan Spalletti ini dilaporkan memicu friksi dengan De Laurentiis. Presiden Napoli tersebut mengungkapkan pandangannya kepada wartawan dalam sebuah acara penghargaan di Roma. “Jangan suruh saya bicara soal Spalletti… Para pelatih harus memahami bahwa mereka adalah kolaborator yang dipanggil untuk mengarahkan orkestra yang dibentuk dari para pemain, tetapi mereka tetap hanya karyawan,” ujar De Laurentiis, seperti dikutip dari Football Italia.
De Laurentiis menambahkan, “Terkadang, mereka cenderung melupakan hal itu. Apakah saya sudah cukup jelas?” tegasnya.
Aurelio De Laurentiis memang dikenal sebagai pemilik klub yang kerap berselisih dengan para pelatihnya. Sebelumnya, ia juga sempat terlibat perseteruan dengan Antonio Conte.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.