— Presiden Prabowo Subianto secara resmi melepas kontingen Indonesia yang akan berkompetisi di Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Acara pelepasan berlangsung khidmat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (9/9/2026).

Penyerahan Bendera Merah Putih secara simbolis oleh Presiden kepada atlet panjat tebing, Veddriq Leonardo, yang mewakili kontingen, menandai dimulainya pelepasan ini. Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menekankan peran krusial olahraga dalam kejayaan dan identitas bangsa. Ia menyatakan bahwa para atlet yang terpilih adalah representasi dari ratusan juta rakyat Indonesia, membawa bakat, keterampilan, dan daya juang tertinggi.

“Saya bangga hari ini bisa berjumpa dengan saudara-saudara sekalian. Saya ingin menyampaikan bahwa olahraga sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selamat berangkat, selamat mewakili negara dan bangsa. Selamat berjuang, buatlah yang terbaik untuk bangsamu,” tegas Presiden Prabowo dalam pidatonya.

Kekuatan dan Kesiapan Tim Indonesia

Ketua Kontingen (Chef de Mission) Indonesia, Todotua Pasaribu, menginformasikan bahwa kekuatan Indonesia dalam ajang ini terdiri dari 430 atlet dan 145 ofisial yang berasal dari 35 cabang olahraga. Selain itu, kontingen didukung oleh 78 tenaga pendukung, termasuk dokter, terapis pijat, fisioterapis, dan tim markas besar untuk memenuhi segala kebutuhan atlet di Jepang.

Sebanyak 281 anggota kontingen hadir langsung dalam seremoni pelepasan di Istana. Sebagian atlet lainnya telah diberangkatkan lebih awal ke Jepang atau tengah menjalani pemusatan latihan di luar negeri. Rombongan awal, seperti tim bola basket dan anggar, telah diberangkatkan lebih dulu setelah mengalami penyesuaian rute penerbangan akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Ajang olahraga bergengsi tingkat Asia ini dijadwalkan berlangsung mulai 19 September hingga 4 Oktober 2026. Asian Games Aichi-Nagoya 2026 merupakan edisi ke-20 dari pesta olahraga multievent terbesar di benua Asia. Jepang kembali menjadi tuan rumah setelah terakhir kali menyelenggarakannya di Hiroshima pada tahun 1994.

Keikutsertaan Indonesia pada edisi kali ini menjadi pijakan penting dalam upaya menjaga konsistensi prestasi olahraga nasional di kancah internasional. Setelah meraih kesuksesan dengan menembus posisi papan atas saat menjadi tuan rumah pada Asian Games 2018 dan mencatat hasil positif di Hangzhou pada edisi sebelumnya, panggung Aichi-Nagoya menjadi ajang pembuktian hasil pembinaan atlet nasional. Kehadiran cabang-cabang olahraga andalan seperti bulu tangkis, panjat tebing, dan pencak silat diharapkan mampu menjaga tradisi medali emas sekaligus mencatatkan rekor baru bagi Tim Merah Putih.