Kriminal

Protes Netizen atas Pernyataan Tengku Zulkarnain Terkait Pembakaran Masjid di Kampung Brandan

Wakil Sekjen MUI, KH Tengku Zulkarnain di Acara ILC TVOne dengan tema ‘Teror Ke Pemuka Agama: Adakah Dalangnya?‘, Selasa (13/2/2018) malam.
Wakil Sekjen MUI, KH Tengku Zulkarnain di Acara ILC TVOne dengan tema ‘Teror Ke Pemuka Agama: Adakah Dalangnya?‘, Selasa (13/2/2018) malam. (Foto: Screenshot Youtube)

Jurnalindonesia.co.id – Acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang ditayangkan TVOne, Selasa 13 Februari 2018 malam, mengusung tema ‘Teror Ke Pemuka Agama: Adakah Dalangnya?’

Tema ini diangkat mengingat maraknya aksi kekerasan yang dialami tokoh-tokoh agama di tempat ibadah oleh seseorang akhir-akhir ini.

Sejumlah narasumber dihadirkan di acara ini. Salah satunya adalah Wakil Sekjen MUI, KH Tengku Zulkarnain.

Ada salah satu pernyataan Tengku yang oleh netizen dianggap tidak valid, yakni terkait data yang dibacakannya soal pembakaran masjid di Kampung Brandan.

“Menyikapi masalah akhir-akhir ini, saya ingin mengungkapkan pendapat dari Ketua Dewan Pertimbangan Masjelis Ulama Indonesia (MUI), Bapak Prof. Dr. Din Syamsuddin,” kata Tengku mengawali pembicaraannya.

Menurutnya, kejadian ini adalah skenario sistemik.

“Jadi ada skenario, tidak mungkin by accident,” kata Tengku.

Dia menilai, tidak mungkin orang gila bermunculan secara serentak seperti jamur di musim hujan.

Kedua, sistemik. Alasannya, lantaran kejadian ini meluas dan mengincar orang-orang tertentu saja.

Tujuannya, kata Tengku, untuk menyebarkan rasa takut di tengah golongan orang-orang beragama. Dan juga untuk menimbulkan pertentangan antar umat beragama.

Dalam kesempatan itu, Tengku menyebutkan sejumlah peristiwa pembakaran masjid di beberapa tempat di Indonesia. Antara lain di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, yang menimpa Masjid Sabilillah. Kemudian 2 masjid di Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, yaitu Masjid Annur dan Attaqwa. Selanjutnya, kata Tengku, sebuah masjid di dekat Pangkalan Brandan, Sumatera yang juga dibakar oleh orang tak dikenal.

Pembakaran masjid di Pangkalan Brandan itulah yang dipermasalahkan netizen di Twitter.

Netizen bernama Thomi Zayn Altair menyatakan, data yang diungkapkan Tengku tersebut tidak valid.

Thomi yang mengaku sebagai warga Pangkalan Brandan, tidak pernah melihat sekali pun peristiwa pembakaran masjid di wilayah tempat tinggalnya itu.

Ngutip dr @ustadtengkuzul bcara ada pembakaran masjid di Pangkalan Brandan di @ILC_tvOnenews

Sy mau bilang: INI BOHONG!

Sy warga asli P.Brandan srta pgkuan teman2 tak pernah lihat SATU pun ada pmbkran masjid,” tulis Thomi lewat akun Twitter pribadinya, @zaynaltair.

“Pendapat saya ialah mungkin beliau keliru menyampaikan isi berita, sampai2 nama jalan kota kami jadi sasarannya. Kebakaran tahun lalu di kota kami Pangkalan Brandan yg habiskan 5 ruko di Jln. Masjid,” lanjut Thomi.

“Memang benar. Tahun lalu memang ada kebakaran di kota kami dan kebetulan bertepatan di Jalan Masjid dan yg terbakar ialah ruko. Bukan masjidnya. Disini beliau keliru,” cuit Thomi.

Berikut pernyataan lengkap Wasekjen MUI KH Tengku Zulkarnain di acara tersebut:

Loading...

Tulis pendapat anda