— Sevilla – Real Madrid menelan kekalahan perdana musim ini dari Real Betis dengan skor 1-0 di Stadion La Cartuja, Sabtu (5/9). Pertandingan ini tidak hanya menyoroti performa tim yang kurang memuaskan, tetapi juga memicu perdebatan mengenai dinamika internal klub.

Salah satu momen yang menjadi sorotan adalah ketika Vinicius Junior terlihat mengabaikan Jose Mourinho, yang mencoba menyapanya usai pertandingan. Insiden ini memicu spekulasi bahwa Real Madrid masih bergulat dengan masalah yang sama seperti di masa lalu, di mana para pemain bintang terkadang sulit diatur.

Vinicius Junior sendiri tampil penuh dalam laga tersebut, namun kontribusinya minim. Ia hanya melepaskan satu tembakan yang mengarah ke gawang. Bintang lainnya, seperti Jude Bellingham, juga tidak menunjukkan performa optimal, hanya menciptakan satu ancaman ke gawang lawan.

Di sisi lain, Arda Guler tampil cemerlang dan menunjukkan kreativitasnya dengan menciptakan tiga peluang bagi rekan-rekannya. Namun, pemain asal Turki ini justru ditarik keluar pada menit ke-64 dan digantikan oleh Yan Diomande. Keputusan ini, menurut laporan AS, memperlihatkan bahwa Real Madrid masih memiliki masalah klasik: kesulitan menahan pengaruh pemain bintang di lapangan, terlepas dari performa mereka.

AS menilai bahwa Jose Mourinho, yang dikenal dengan pendekatan tegasnya, belum sepenuhnya menunjukkan kemampuannya dalam mengelola ruang ganti Madrid. Hal ini tercermin dari keputusannya menarik keluar Arda Guler, yang dinilai lebih mudah diganti dibandingkan bintang lainnya. “Otoritas di dalam ruang ganti yang menuntut tangan besi, untuk saat ini, belum tercermin dalam keputusan-keputusan olahraga,” tulis AS.

Lebih lanjut, media tersebut menambahkan, “Pada saat yang menentukan, Güler masih menjadi pemain yang paling mudah untuk diganti atau digantikan, meskipun ia sedang memberikan pelajaran sepakbola. Ia sempat memimpin di La Cartuja, tetapi tanpa kehadiran pemain asal Turki itu, Real Madrid seolah kehilangan cahaya.” Keputusan ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana Mourinho akan menyeimbangkan antara otoritasnya sebagai pelatih dan status para pemain bintang di dalam tim.