Jurnal Indonesia — JAKARTA – Kekalahan melawan Atletico Madrid pada lanjutan Liga Spanyol membuat Real Madrid semakin tertinggal dalam persaingan memperebutkan gelar juara. Pertandingan yang digelar di Metropolitano Stadium pada Minggu (20/9/2026) malam WIB tersebut berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan Atletico. Hasil ini membuat Real Madrid harus merosot ke posisi keempat klasemen sementara, terpaut enam poin dari Barcelona yang masih mencatatkan rekor sempurna di puncak klasemen.
Namun, kekhawatiran Jose Mourinho tidak hanya sebatas performa tim di lapangan. Pelatih berusia 63 tahun itu mengamati bahwa Real Madrid kini cenderung menempatkan diri sebagai tim yang menjadi korban ketidakadilan dari wasit dan ofisial pertandingan. Mourinho mengklaim bahwa situasi ini belum berubah sejak ia meninggalkan klub pada tahun 2013.
Dengan mengambil posisi tersebut, Real Madrid secara tidak langsung mengakui bahwa mereka tidak hanya harus berhadapan dengan lawan di lapangan, tetapi juga dengan faktor-faktor lain di luar permainan. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai peluang juara tim di sisa musim ini.
“Saya pikir saya akan melihat liga yang berbeda ketimbang saat saya pergi dulu. Orang-orang bilang tidak, dan mereka menjelaskan kenapa situasinya belum berbeda dari saat saya pergi beberapa tahun lalu. Tapi kami akan berjuang,” kata Mourinho, seperti dikutip dari situs resmi klub.
Mourinho menambahkan, “Kalau mereka tak mengganggu kami, membiarkan kami hidup tenang, dan membiarkan kami bersaing secara adil, jalannya masih panjang. Saya tak mau sampai bilang kalau kompetisi ini sudah diatur, saya tak mau berpikir ke sana.”
Pelatih asal Portugal itu berharap dapat meyakini bahwa setiap keputusan yang diambil oleh komite wasit hanyalah sebuah kesalahan. “Saya ingin berpikir kalau mereka cuma membuat kesalahan. Sama seperti pelatih atau pemain bisa melakukan kesalahan. Saya ingin meyakini bahwa komite wasit melakukan kesalahan,” imbuhnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.