Jurnal Indonesia — Cristiano Ronaldo kembali menorehkan sejarah dengan menjadi pemain pertama yang mencetak gol di enam edisi Piala Dunia setelah membantu Portugal menang 5-0 atas Uzbekistan. Di balik ketajamannya, ada rutinitas ketat yang dijalankan sang pemain.
Salah satu unsur penting dalam pola hidup Ronaldo adalah disiplin tidur dan pembatasan penggunaan perangkat elektronik pada waktu menjelang istirahat. Aturan ketat ini dianggap bagian dari persiapannya agar tampil maksimal di lapangan.
Polah Tidur Terencana
Ronaldo menerapkan pola tidur yang dikenal sebagai polyphasic sleep, mengikuti saran pelatih tidur Nick Littlehales. Alih-alih tidur panjang tujuh hingga delapan jam sekaligus, ia membagi tidurnya menjadi beberapa siklus berdurasi 90 menit.
Menurut pengaturan itu, pemain bernomor punggung 7 tersebut tidur lima sampai enam kali pada siang dan malam hari, masing-masing selama sekitar 90 menit. Untuk menjaga efektivitas pola ini, Ronaldo melarang penggunaan ponsel, televisi, dan laptop menjelang waktu tidur.
Terapi Es di Rumah dan Hotel
Selain pola tidur dan pembatasan gadget, Ronaldo rutin menggunakan krioterapi sebagai bagian dari pemulihan. Ia memasang ruang krioterapi di kediamannya pada 2013 dengan biaya hampir €45.000. Kebiasaan itu tetap dipertahankan setelah bergabung dengan klub barunya, termasuk menyediakan fasilitas serupa di hotelnya di Riyadh, Arab Saudi.
Suhu di dalam ruang krioterapi yang digunakan Ronaldo berkisar antara minus 110 hingga minus 130 derajat Celsius. Setelah setiap pertandingan atau sesi latihan intensif, ia menghabiskan sekitar tiga menit di dalam ruang yang diisi nitrogen cair tersebut. Menurut penjelasan medis yang dikutip, paparan suhu ekstrem semacam itu dapat mengurangi kelelahan otot dan peradangan.
Ikuti Jurnal Indonesia
