Jurnal Indonesia — JAKARTA – Italia harus menelan kekalahan saat menjamu Belgia dalam lanjutan UEFA Nations League. Pelatih timnas Italia, Roberto Mancini, mengakui bahwa timnya menampilkan dua performa yang sangat berbeda sepanjang pertandingan.
Pertandingan yang digelar di Stadion Olimpico, Roma, pada Sabtu (26/9/2026) dini hari WIB, berakhir dengan skor 0-2 untuk keunggulan Belgia. Gol-gol Belgia dicetak oleh Mika Godts di babak pertama dan Dodi Lukebakio di babak kedua.
Kekalahan ini menandai comeback Roberto Mancini sebagai pelatih timnas Italia dengan hasil minor di kandang sendiri, yang bahkan membuatnya mendapat sorakan dari sebagian suporter. Mancini menilai timnya bermain di bawah standar pada babak pertama, namun menunjukkan peningkatan signifikan di babak kedua.
Meskipun demikian, penyelesaian akhir yang kurang optimal dan sedikit ketidakberuntungan mewarnai upaya Italia untuk menyamakan kedudukan. Salah satu peluang emas datang dari Giorgio Scalvini jelang akhir laga yang sayangnya hanya mengenai mistar gawang.
“Belgia bermain lebih baik di babak pertama, kami mengambil inisiatif di babak kedua dan bisa saja menyamakan skor. Tapi kami kebobolan lewat serangan balik dengan kesalahan kami. Ya beginilah sepakbola,” ujar Mancini seperti dikutip dari Football Italia.
Ia menambahkan, “Babak pertama itu memang di bawah ekspektasi, karena Belgia main lebih baik, tapi tidak dengan babak keduanya. Tim sudah tampil sangat baik sampai gol kedua itu, kami punya empat atau lima kans untuk menyamakan, kami mendesak mereka tapi Belgia itu tim yang kuat.”
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.