— JAKARTA – Perjalanan karier Rodri diwarnai kisah dramatis. Dua tahun lalu, cedera lutut parah sempat membekapnya, namun kini ia menjelma menjadi bintang lapangan yang mengantarkan Spanyol meraih gelar juara Piala Dunia 2026. Tak hanya itu, ia juga dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen.

Spanyol berhasil mengalahkan juara bertahan Argentina dalam laga final yang digelar di MetLife Stadium, East Rutherford, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Kemenangan 1-0 diraih La Furia Roja melalui babak perpanjangan waktu.

Penghargaan Golden Ball atau Pemain Terbaik Piala Dunia 2026 jatuh ke tangan Rodri. Gelandang berusia 30 tahun ini dinilai tampil konsisten dan gemilang di lini tengah Spanyol sepanjang turnamen, meskipun tidak mencetak gol maupun assist.

Perjalanan Rodri menuju puncak ini patut diapresiasi. Pada tahun 2024, ia sempat mengalami cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) yang parah, membuatnya harus menepi dari lapangan hijau untuk sebagian besar musim 2024/2025. Cedera tersebut sempat membuatnya terpuruk.

Namun, di tahun yang sama saat cedera itu terjadi, Rodri justru meraih Ballon d’Or. Prestasi gemilang ini diraihnya setelah berhasil membawa Manchester City menjuarai Premier League dan mengantarkan Spanyol menjuarai Euro atau Piala Eropa.

Rodri baru bisa kembali merumput pada Mei 2025. Setahun kemudian, ia dipercaya masuk dalam skuad Spanyol untuk Piala Dunia 2026 dan mengemban tugas sebagai kapten. Ia menjadi pilihan utama dan selalu tampil sebagai starter dalam delapan pertandingan Spanyol, mulai dari fase grup hingga laga puncak final.

“Rasanya seperti skenario yang sempurna. Saya tidak menyangka,” ujar Rodri seperti dilansir Reuters.

Ia menambahkan, “Saya bangga dan saya ingin generasi muda melihat bahwa ini memungkinkan. Bahwa seorang pemain yang meraih puncak kesuksesan dan jatuh terpuruk ke neraka juga bisa bangkit lagi.”

“Ini adalah contoh mengatasi kesulitan dan Anda harus percaya. Sejujurnya ini luar biasa,” tutup Rodri.