Jurnal Indonesia — Pemain bintang Barcelona, Rodri, melontarkan kritik tajam terhadap tudingan yang menyebut wasit di Liga Spanyol berpihak pada klubnya. Pernyataan ini muncul menyusul kontroversi yang terjadi dalam Derby Madrid, di mana Real Madrid kalah 1-2 dari Atletico Madrid.
Dalam pertandingan yang digelar di markas Atletico Madrid tersebut, wasit Miguel Ortiz Arias dinilai melakukan beberapa kesalahan. Sorotan utama tertuju pada keputusannya yang tidak memberikan kartu merah kepada Cristian Romero dan Lee Kang-in, yang melakukan tekel keras terhadap Jude Bellingham dan Federico Valverde secara berurutan. Insiden ini memicu kemarahan kubu Real Madrid, yang bahkan mengeluarkan pernyataan resmi terkait dugaan tersebut. Muncul pula narasi dari media Spanyol yang mengklaim adanya konspirasi wasit untuk memenangkan Barcelona, namun klaim ini dibantah keras oleh Presiden LaLiga, Javier Tebas.
Berbicara dalam sebuah siniar, Rodri mengakui bahwa keputusan wasit terkait tekel Lee Kang-in memang keliru dan seharusnya berujung kartu merah. Namun, ia menyatakan kegeramannya terhadap tudingan keberpihakan wasit kepada Barcelona.
“Aku tidak tahu apakah Cuti (Romero) bisa saja menarik kakinya, tapi tekel Kang-in jelas layak diganjar kartu merah,” ujar Rodri, mantan punggawa Manchester City. “Di luar itu, wasit memang bisa keliru, tapi mereka tidak menentukan kompetisi sepanjang 38 pertandingan.”
Rodri menekankan bahwa tudingan semacam itu sangat merusak citra sepak bola. Ia menambahkan, “Mengatakan bahwa wasit menginginkan Barca memenangi liga itu merusak sepakbola. Tidak masalah mendukung klub Anda, tapi hanya sebatas itu saja. Kita semua adalah manusia biasa, dan kita semua membuat kesalahan,” pungkasnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.