Ekonomi dan Bisnis

Rp100 Ribu Dapat Apa? Sandiaga Bandingkan dengan Era SBY

Sandiaga Uno beli celana dalam
Sandiaga Uno membeli celana dalam di pasar malam di Penjaringan, Jakut, Senin (31/10/2016). (Foto: Kompas.com).

Jurnalindonesia.co.id – Pernyataan bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno mengenai uang Rp 100.000 hanya dapat belanja bawang dan cabai, menuai kontroversi.

Di media sosial Twitter, netizen ramai memberi tantangan dengan tagar #100ribudapatapa untuk membuktikan dengan uang sebesar itu berapa banyak belanjaan yang bisa dibeli, tidak cuma bawang dan cabai.

Namun Sandiaga justru menyambut baik kampanye #100ribudapatapa tersebut. “Bagus, itu jadi satu challenge yang menurut saya kena banget,” kata Sandiaga di kawasan Glodok, Jakarta Barat, Selasa (11/9).

Lebih lanjut, Sandiaga meminta warga membandingkan uang Rp 100.000 yang dibelanjakan saat ini dengan jumlah yang sama ketika dibelanjakan 4 tahun lalu. Dia mengatakan, uang itu tentu mendapat lebih sedikit barang dibanding jika dibelanjakan 4 tahun lalu.

“Bandingkan dengan 4 tahun lalu, Rp 100.000 dapat apa sekarang? dapat apa? Ya pasti beda lah. Pasti lebih sedikit (sekarang) dapatnya,” katanya.

“Bawang tahun 2014 sama cabai dan kebutuhan hidup pasti lebih mahal sekarang,” lanjut Mantan Wagub DKI itu.

Baca: Habiburokhman: Setelah Sandiaga Beri Contoh Cinta Rupiah, Dolar Mulai Jinak

Sandi berjanji jika terpilih pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019, dia bersama Prabowo Subianto akan membuat harga kembali stabil seperti pada sebelum tahun 2014 lalu.

“Daya beli masyarakat kita perkuat, harga kita buat stabil kita buktikan di DKI kemarin,” ucapnya.

Mengenai pernyataan uang Rp 100.000 hanya dapat belanja bawang dan cabai, Sandiaga mengklaim itu adalah pengalaman warga yang dituturkan ke dirinya saat berkunjung ke Riau beberapa waktu lalu. Saat itu, kata Sandiaga, ada ibu-ibu yang bertengkar dengan suaminya karena uang belanja.

“Di Pekanbaru Ibu Lia cekcok sama suaminya gara-gara uang belanja dikasih Rp 100 ribu pulang cuma bawa bawang sama cabai. Kita bicara ini lepas dari politik praktis, warga terbebani,” kata Sandi di kawasan Bulungan, Jaksel, Rabu (5/9).

Hal tersebut, menurut Sandi, dampak dari kondisi ekonomi di mana nilai tukar rupiah terhadap dolar semakin melemah.

Pernyataannya itu kemudian menjadi sorotan luas karena banyak dari mereka yang tak setuju. Melalui tagar #100ribudapatapa, emak-emak berlomba-lomba mengunggah foto hasil belanjaan mereka senilai Rp 100.000.

Baca: Soal Tempe Setipis Kartu ATM, Perajin Tempe: Pak Sandi Harus Bisa Bedakan Mana Tempe Goreng dan Keripik Tempe

Loading...

Berita lainnya