— Persaingan di industri fabrikasi chip semakin panas. Meski TSMC masih memimpin pangsa pasar fabrikasi canggih, Samsung Foundry kini dilaporkan mendapat aliran pesanan dari sejumlah perusahaan teknologi besar.

Perpindahan sebagian pesanan ke Samsung mencerminkan tren perusahaan besar yang mengadopsi strategi multi-foundry untuk mengurangi ketergantungan pada satu pemasok dan menanggapi keterbatasan kapasitas di beberapa pabrikan.

Siapa Saja Yang Melirik Samsung

Google dikabarkan sedang menimbang kerja sama dengan Samsung untuk memproduksi bagian penting dari Tensor Processing Units (TPU) yang dirancang untuk beban kerja kecerdasan buatan. Dalam skema ini, MediaTek disebut berperan sebagai perantara yang membantu negosiasi antara Google dengan beberapa foundry besar, termasuk TSMC, Intel, dan Samsung.

AMD juga dilaporkan memperluas hubungan dengan Samsung setelah kapasitas fabrikasi canggih di TSMC untuk arsitektur 2nm ke bawah dinilai penuh oleh permintaan lain. Samsung disebut mengamankan kontrak untuk memproduksi CPU server generasi mendatang AMD Epyc menggunakan teknologi fabrikasi 2nm generasi kedua mereka.

Perusahaan milik Elon Musk dan mitra-mitra lain juga masuk daftar klien. Tesla dan Qualcomm tercatat telah menandatangani kontrak yang mencakup produksi chip, dengan laporan bahwa chip Tesla A15 diproduksi oleh kedua pabrikan, sementara chip generasi berikutnya, A16, akan diproduksi secara eksklusif oleh Samsung di fasilitas mereka di Texas, AS. Selain itu, Neuralink disebut menawarkan kontrak untuk produksi chip implan otak generasi terbaru.

Di ranah akselerator AI, Groq mengumumkan bahwa prosesor LP30 mereka akan diproduksi memakai teknologi 4nm dari Samsung Foundry.

Selain perusahaan-perusahaan tersebut, produsen mobil listrik China BYD juga dilaporkan sedang dalam diskusi lanjutan dengan Samsung terkait produksi System on Chip (SoC) untuk kemampuan pengemudian otonom dan sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS) generasi berikutnya.

Implikasi Bagi Pasar Fabrikasi

Perpindahan sebagian pesanan ke Samsung menandai perubahan sikap beberapa klien yang sebelumnya mengandalkan satu pabrikan eksklusif. Langkah ini muncul sebagai upaya mitigasi risiko rantai pasok serta respons terhadap tekanan kapasitas di foundry lain.

Bagi Samsung, kenaikan permintaan ini memberi peluang untuk menantang dominasi TSMC dalam segmen fabrikasi canggih, terutama pada node sub-5nm dan 2nm generasi berikutnya, sesuai dengan kontrak-kontrak yang dikabarkan telah atau tengah dinegosiasikan.