Daerah, DKI Jakarta, Ekonomi dan Bisnis

Sandiaga Klaim Hanya 1 Persen Warga yang Protes Soal PKL di Tanah Abang

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. (Foto: Antara/Reno Esnir)

Jurnalindonesia.co.id – Pemprov DKI Jakarta tetap meyakini kebijakan yang diterapkan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, sudah tepat.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, berdasarkan survei internal, warga lebih mementingkan tersedianya lapangan kerja dibanding memprotes kesemrawutan Tanah Abang. Sedangkan warga yang mengeluhkan kondisi Tanah Abang saat ini hanya 1 persen.

“(Warga yang protes) di bawah 5 persen, kira-kira satu something percent,” kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (11/5/2018).

Survei ini juga, kata Sandi, yang digunakan saat dirinya berkontestasi di Pilgub DKI.

“Survei tidak akan pernah saya umumkan. Karena ini yang saya selalu pakai baik waktu dua tahun sebelumnya. Pokoknya survei nih kita pakai untuk policy kita bukan untuk kita membangga-banggakan,” ucapnya.

Baca juga: Ombudsman Nilai Anies Tak Kompeten dalam Menata Kawasan Tanah Abang

Menurut Sandiaga, jika pedagang kaki lima (PKL) dibersihkan dari Jalan Jatibaru Raya, maka hal ini hanya akan memuaskan segelintir warga. Sedangkan lebih banyak lagi warga yang merasa dirugikan jika PKL ini dihilangkan.

“Kalau kami bilang kami beresin Tanah Abang, kami terabas semua PKL yang ada di sana. Dampaknya itu hanya untuk me-satisfy (memuaskan) 1 koma something persen itu. Sedangkan yang 67 persen yang menginginkan lapangan kerja nggak kita satisfy,” kata Sandi.

Selain itu, menurutnya, mayoritas responden juga mengkhawatirkan melambungnya harga bahan pokok.

Loading...

“62-72 persen warga sangat-sangat menghawatirkan naiknya harga-harga, khususnya di bulan suci Ramadhan,” ujarnya.

Baca juga: Ridwan Saidi Sarankan Anies Patuhi Rekomendasi Ombudsman Soal Tanah Abang

Sandiaga mengungkapkan, kebijakan kontroversial Anies-Sandi selama ini, seperti penutupan Jalan Jatibaru, Tanah Abang, dan penutupan tempat hiburan malam, hanya menjadi kekhawatiran bagi kurang dari lima persen responden.

Sandi pun mengaku pihaknya lebih berfokus pada kebijakan yang benar-benar menjadi kekhawatiran masyarakat.

“Tanah Abang, penutupan beberapa tempat hiburan malam, itu oleh warga Jakarta di bawah 5 persen. Buat mereka itu, ya, sebuah berita, tetapi bukan sesuatu yang sangat concern kepada mereka. Nah ini yang menurut saya kami harus proporsional,” kata Sandi.

“Kalau kami ingin connect dengan rakyat, kami harus mendengar aspirasi warga. Elite itu kebanyakan menari di gendang yang salah. Gendang yang salahnya apa? Salah satunya adalah gendang Tanah Abang,” ucapnya.

Baca juga: Pemprov DKI Akan Eksekusi Program Ahok untuk Menata Tanah Abang

Loading...

Tulis pendapat anda