Jurnal Indonesia — Jakarta – Slaven Bilic resmi kembali menduduki kursi kepelatihan Timnas Kroasia, menggantikan Zlatko Dalic yang timnya tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Penunjukan ini menandai periode kedua Bilic melatih timnas, setelah sebelumnya menjabat pada periode 2006-2012.
Namun, era baru kepelatihan Bilic di Kroasia tampaknya tidak akan diperkuat oleh kehadiran Luka Modric. Bintang kawakan yang pernah berserha di Real Madrid ini dikabarkan telah mengambil keputusan untuk mengundurkan diri dari kancah sepak bola internasional pada awal Oktober mendatang.
Kepergian Modric akan menjadi kehilangan besar bagi timnas Kroasia. Ia bukan hanya ikon dan panutan, tetapi juga pemain paling berpengalaman dalam skuad. Kendati demikian, Bilic, yang kini berusia 57 tahun, menyatakan akan menghormati keputusan Modric untuk pensiun.
“Luka itu tidak sekadar seorang role model di Kroasia, dia itu seorang bintang global,” ujar Slaven Bilic kepada AS. “Dia itu seorang pesepakbola yang unik, tidak banyak kepribadian yang seperti dia.”
Bilic menambahkan, “Dia sudah memenangi Ballon d’Or, dia sudah mencapai puncak sepakbola, tapi dia itu masih seorang pria yang sangat normal, rendah hati, dan membumi.” Pernyataan ini disampaikan oleh mantan manajer Besiktas dan West Ham United tersebut.
Pertandingan melawan Spanyol di Split dalam lanjutan UEFA Nations League pada 6 Oktober disebut-sebut sebagai laga perpisahan Luka Modric dari karier internasionalnya. Selama dua dekade memperkuat timnas Kroasia, Modric telah mengoleksi lebih dari 200 penampilan, mencetak 29 gol, dan memberikan 32 assist. Ia merupakan pemain kunci yang membawa Kroasia mencapai final Piala Dunia pertamanya pada tahun 2018.
Ikuti Jurnal Indonesia
