Jurnal Indonesia — Snap Inc. memperkenalkan kacamata augmented reality bernama Specs dengan banderol USD 2.195 (sekitar Rp 39 juta). Perusahaan menyebut perangkat itu sebagai langkah awal menuju penggantian fungsi smartphone.
Perangkat ini diklaim dapat bertahan sekitar empat jam dalam sekali pengisian dan tersedia untuk pre-order dengan estimasi pengiriman ke Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis pada musim gugur mendatang.
Evan Spiegel, CEO Snap, mengatakan perangkat itu membawa komputasi ke dunia nyata. “Smartphone menaruh kehidupan kita di dalam saku. Specs membawa komputasi ke dunia nyata, tempat di mana kehidupan benar-benar terjadi,” ujarnya.
Snap menggambarkan manfaat Specs meliputi petunjuk arah yang tampil di titik yang relevan saat berjalan, kemampuan mengukur tanpa pita meteran, serta bantuan AI saat pengguna mengerjakan proyek tanpa harus berhenti mencari jawaban.
Respon Pasar Dan Persaingan
Pengumuman itu diterima beragam oleh pasar. Saham Snap turun lebih dari 4% setelah peluncuran, memperkuat sinyal skeptisisme dari investor terhadap perangkat baru perusahaan.
Snap memasuki pasar perangkat AI yang dapat dikenakan yang kompetitif, sementara adopsi konsumen terhadap kategori ini masih lambat. Perangkat serupa, seperti headset augmented reality dari pesaing, disebut belum menunjukkan penetrasi pasar yang luas.
Perusahaan menegaskan Specs dikembangkan dengan sistem operasi eksklusif dan didukung oleh lebih dari 7.000 hak paten. Mereka menyebut produk ini menawarkan fungsionalitas lebih dibandingkan upaya sebelumnya di ranah kacamata pintar.
Snap merujuk pengalaman pada produk terdahulu, Spectacles yang diluncurkan pada 2016 dengan harga lebih terjangkau, namun tidak mencapai kesuksesan komersial besar.
Komentar Analis
Beberapa analis menyoroti harga tinggi sebagai hambatan utama agar Specs menjadi perangkat arus utama, terutama bagi segmen konsumen muda yang menjadi target Snap. Mereka juga menilai desain yang lebih nyaman kerap berimbas pada kapasitas baterai yang lebih kecil.
“Terlepas dari fitur dan pengalaman mengesankan yang tersedia melalui Specs, kacamata dengan daya tahan baterai 4 jam serta desain tebal takkan menggantikan smartphone dalam waktu dekat,”
Fitur yang ditawarkan Specs mencakup asisten AI untuk menyelesaikan tugas seperti menunjukkan arah dan memberi informasi tentang objek di pandangan pengguna. Perangkat ini juga memungkinkan menonton video, menjelajah web, bermain gim AR, dan merekam apa yang dilihat penggunanya.
Peluncuran Specs berlangsung pada periode sulit bagi Snap, di mana perusahaan sempat memangkas tenaga kerja serta menghadapi tekanan pada nilai saham sepanjang tahun berjalan.
Ikuti Jurnal Indonesia
