Jurnal Indonesia — Perusahaan satelit China, SpaceSail, kini bergerak untuk menawarkan layanan internet satelit komersial setelah menerbangkan ratusan satelit di orbit rendah Bumi.
Meski jumlahnya masih jauh dari Starlink, SpaceSail mengaku memiliki kapasitas cukup untuk memulai aplikasi komersial pertamanya dan berencana memperluas jangkauan secara signifikan hingga mencapai cakupan global.
Apa Itu SpaceSail?
Proyek yang secara resmi bernama SpaceSail Constellation atau Qianfan dalam Bahasa Mandarin dimulai pada 2023 oleh Shanghai Spacecom Satellite Technology (SSST), perusahaan yang mendapat dukungan negara.
Tujuan yang dinyatakan adalah menyediakan layanan broadband berkecepatan tinggi, andal, dan aman secara global. Pernyataan resmi juga menyebutkan pertimbangan aspek keamanan nasional dan dukungan terhadap aktivitas luar negeri seperti perdagangan laut dan misi diplomatik tanpa bergantung pada infrastruktur Barat.
Pendanaan dan Struktur
SSST didukung oleh lembaga penelitian negara, Akademi Ilmu Pengetahuan China, serta Pemerintah Kota Shanghai. Pendanaan awal disebut mencapai 6,7 miliar yuan, dan investasi eksternal dibatasi pada entitas berbasis di daratan Tiongkok, tidak termasuk Hong Kong dan Makau.
Informasi publik tentang skala operasional terbatas. Data platform bisnis menunjukkan SSST memiliki ratusan karyawan pada 2024, dengan angka yang tercatat di berbagai laman rekrutmen berkisar antara sekitar 200 hingga 343 pegawai.
Peluncuran Satelit dan Layanan Awal
SpaceSail meluncurkan satelit pertamanya pada Agustus 2024, mengirim 18 satelit panel datar dengan roket Long March 6A. Grup kedua dan ketiga, masing-masing 18 satelit, diluncurkan pada dua bulan kemudian dan pada Desember 2024.
Hingga peluncuran ke-12 pada Juni tahun ini dengan roket Long March 8, dilaporkan terdapat setidaknya 200 satelit aktif di orbit. Perusahaan menyatakan jumlah ini cukup untuk memulai aplikasi komersial pertama: pelacakan kapal maritim.
SpaceSail menargetkan layanan komersial yang lebih luas pada akhir 2026, dengan perkiraan jumlah satelit aktif mencapai 648 pada saat itu. Visi jangka panjangnya adalah mengoperasikan lebih dari 15.000 satelit untuk mencapai cakupan global penuh.
Posisi terhadap Starlink
Starlink saat ini memimpin pasar dengan sekitar 10.413 satelit dan jutaan pengguna aktif di banyak negara. SpaceSail mengakui posisi tersebut namun menegaskan ambisi besar, termasuk target lebih dari 10.000 satelit aktif di orbit rendah pada akhir 2030.
Perusahaan juga dikabarkan menjajaki kerja sama atau negosiasi dengan puluhan negara, dengan beberapa kesepakatan yang dilaporkan untuk menyediakan alternatif layanan di wilayah di mana kesepakatan dengan pesaing Barat menemui hambatan.
Perkembangan Kontrak dan Kerja Sama
SpaceSail dikabarkan meraih kontrak penting di beberapa negara serta melakukan pendaftaran anak perusahaan di negara lain sebagai bagian dari ekspansi. Selain itu, disebutkan adanya kerja sama untuk memasukkan opsi SpaceSail sebagai pilihan layanan WiFi dalam penerbangan dengan mitra produsen pesawat Eropa.
Perusahaannya menyatakan terus meningkatkan kapasitas dan melakukan negosiasi dengan puluhan negara untuk memperluas jangkauan layanan satelitnya.
Ikuti Jurnal Indonesia
