Jurnal Indonesia — Tim Nasional Spanyol berhasil menjuarai Piala Dunia 2026, mengukuhkan diri sebagai kampiun dengan rekor tak terkalahkan dan hanya kebobolan satu kali sepanjang turnamen. Gelar juara kedua bagi La Furia Roja ini diraih setelah mengalahkan Argentina 1-0 dalam laga final yang digelar di New York New Jersey Stadium.
Perjalanan Spanyol menuju tangga juara diwarnai dengan tujuh kemenangan dari delapan pertandingan yang dimainkan. Namun, di antara deretan lawan tangguh seperti Portugal yang diperkuat Cristiano Ronaldo, Prancis dengan Kylian Mbappe, dan Argentina yang dipimpin Lionel Messi, ada satu kejutan tak terduga: Tanjung Verde.
Debutan Piala Dunia, Tanjung Verde, berhasil menahan imbang Spanyol tanpa gol pada laga pembuka fase grup. Meskipun Spanyol mendominasi pertandingan dengan 23 tembakan (6 on target) dan 74 persen penguasaan bola, ketangguhan kiper Vozinha di bawah mistar gawang membuat Lamine Yamal dan rekan-rekannya kesulitan mencetak gol.
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, mengakui bahwa pertandingan melawan Tanjung Verde menjadi momen monumental bagi timnya. Menurutnya, hasil imbang tersebut menyadarkan para pemain akan betapa sulitnya kompetisi Piala Dunia.
“Tanjung Verde membawa kami kembali ke kenyataan, mengingatkan kami akan tantangan yang dihadapi. Konsep Piala Dunia, yang menurut saya sama sekali berbeda dengan Piala Eropa, sangat jauh dari kompetisi sebenarnya,” ujar Luis de la Fuente, dilansir dari Marca.
Ia menambahkan, “Melawan Arab Saudi menegaskan bahwa ketika Anda menyadari kesulitannya, Anda perlu tetap tenang dan percaya diri. Kemudian menghadapi Uruguay, saya ingin menyoroti kedewasaan tim dan penolakan kami untuk jatuh ke dalam perangkap mereka. Kami menunjukkan ketenangan dan bakat sepakbola.”
Ikuti Jurnal Indonesia
