Kriminal

Sukmawati Ajukan Praperadilan SP3 Kasus Rizieq, FPI: Kami Siap “All Out” Melawan

Sukmawati Soekarnoputri
Sukmawati Soekarnoputri (kanan) didampingi Halida Nuriah Hatta, putri bungsu Mohammad Hatta (Bung Hatta) dalam konferensi pers di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018).

Jurnalindonesia.co.id – Sukmawati Soekarno Putri mengajukan permohonan praperadilan atas Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) perkara dugaan penodaan Pancasila dengan tersangka pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab.

FPI menilai Sukmawati tengah melakukan manuver politik. FPI menegaskan, langkah yang diambil putri Bung Karno tersebut tak ada landasan hukumnya.

“Jelas sekali muatan politis dan memang tidak ada landasan hukumnya. Polisi makanya kan sudah SP3. Kami siap all out, lawan. Tim hukum sudah turun di praperadilan,” kata anggota senior Lembaga Dakwah FPI, Novel Chaidar Hasan Bamukmin kepada wartawan, Senin (8/10/2018) malam.

Novel mengatakan, sejak awal laporan Sukmawati tak punya legal standing karena yang dilaporkan terkait tesis karya ilmiah Habib Rizieq Shihab. Novel pun heran dengan argumen pihak Sukmawati yang bersikeras Rizieq melakukan penghinaan terhadap lambang negara.

“Karena kasus adalah paparan tesis atau karya ilmiah yang seharusnya dijawab dengan karya ilmiah. Tidak masuk dalam pasal 57a jo pasal 68 yaitu penghinaan terhadap lambang negara,” ujar Novel.

Baca: Polda Jabar Hentikan Kasus Rizieq Shihab, Ini Alasannya

Novel Bamukmin

Novel Bamukmin

Sementara, Ketua Badan Hukum DPP DPI Sugito Atmo Pawiro mengatakan manuver Sukmawati sebagai hak putri Soekarno itu untuk mengajukan praperadilan. Namun, ia meyakini, langkah SP3 yang diterbitkan polisi sudah sesuai prosedur.

“Itu haknya beliau. Yang jelas kepolisian punya alasan hukum yang kuat dalam mengeluarkan SP3. Ini saya duga sangat politis,” tutur Sugito dikonfirmasi terpisah.

Loading...

Proses sidang praperadilan sendiri sudah berlangsung di Pengadilan Negeri Bandung, Senin (1/10/2018) lalu. Namun, untuk persidangan hari pertama ditunda karena pihak termohon yaitu Polda Jabar tak hadir.

Kasus dugaan penghinaan Pancasila berawal dari laporan Sukmawati kepada Mabes Polri terhadap Rizieq Shihab. Mabes Polri kemudian melimpahkan kasus tersebut ke Polda Jawa Barat pada November 2016 silam.

Dasar pelaporan adalah video yang menayangkan ceramah Rizieq di hadapan anggota FPI di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, pada 2011. Rizieq menyebut dalam naskah Pancasila rumusan Soekarno, sila Ketuhanan ada di pantat. Sedangkan naskah Pancasila menurut Piagam Jakarta, sila Ketuhanan ada di kepala.

Pada 30 Januari 2017 Rizieq ditetapkan sebagai tersangka. Rizieq dikenai Pasal 154 A tentang Penodaan pada Lambang Negara dan Pasal 320 tentang Pencemaran Nama Baik pada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Dan pada Februari 2018 Polda Jabar menerbitkan SP3 kasus terhadap Rizieq atas kasus tersebut. Pengumuman SP3 ke publik ini diumumkan kepada pers pada Mei lalu.

Baca juga: Rizieq Shihab Tak Akan Pulang Sebelum Semua Kasus Di-SP3

Loading...

Tulis pendapat anda