Kriminal, Pendidikan

Tak Terima Anaknya Ditegur, Orangtua Siswa Aniaya Guru Menggunakan Meja

Kepala Sekolah SMPN 4 Lolak Astri Tampi, dalam kondisi terluka usai dianiaya oleh orang tua murid.
Kepala Sekolah SMPN 4 Lolak Astri Tampi, dalam kondisi terluka usai dianiaya oleh orang tua murid. (Foto: Facebook Alfred Bustian Kaemba)

Jurnalindonesia.co.id – Kasus kekerasan dalam dunia pendidikan terjadi lagi. Kali ini menimpa seorang guru di sebuah sekolah di Sulawesi Utara.

Astri Tampi S.Pd (57), Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Lolak, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara, diduga dianiaya oleh orang tua salah satu siswanya pada Selasa (13/2) pagi sekitar pukul 10.00 WITA.

Peristiwa terjadi diduga lantaran sang guru menegur siswanya dan memerintahkan untuk membuat surat pernyataan atas kenakalan. Namun, orang tua si murid tersebut tidak terima. Higga akhirnya terjadilah aksi pemukulan terhadap kepala sekolah tersebut.

Menurut laporan, orang tua murid tersebut melakukan pemukulan terhadap kepala sekolah dengan menggunakan meja.

Peristiwa ini membuat heboh publik setelah seorang pengguna Facebook bernama Alfred Bustian Kaemba mengunggahnya di salah satu group.

Alfred mengunggah foto-foto kepala sekolah yang terluka akibat penganiayaan tersebut.

Dalam keterangan foto, Alfred menuliskan:

gembali lagi terjadi penganiayaan terhadap guru oleh wali murid,

kepala sekolah smp 4 lolak di aniaya oleh orang tua murid

kejadian tadi pagi jam 10 pagi,

kepala sekolah dipukul pke meja kaca, dan kaki meja,,,hanya krna kepala sekolah menegur siswa dan menyuruh buat

surat pernyataan atas kenakalan yg dilakukan siswa tersebut.

sangat dj sayangkan.

Berikut foto-foto yang diunggah Alfred:

Kepala Sekolah SMPN 4 Lolak Astri Tampi, dalam kondisi terluka usai dianiaya oleh orang tua murid. (Foto: Facebook Alfred Bustian Kaemba)

Foto: Facebook Alfred Bustian Kaemba

Foto: Facebook Alfred Bustian Kaemba

Foto: Facebook Alfred Bustian Kaemba

Hanya dalam hitungan jam unggahan Alfred tersebut langsung menyebar luas hingga mendapat ribuan komentar ribuan kali share.

Dilansir dari Manado.tribunnews.com, Selasa 13 Februari 2018, kepala sekolah yang merupakan warga Desa Labuan Uki, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolmong itu kemudian mengadu ke Polsek Lolak pada hari itu juga.

Sementara penganiayanya tak lain adalah warga satu kampung berinisial DP alias Mart (41).

Kepada petugas kepolisian, kepala sekolah ini menuturkan kronologi kejadian.

“Saya mengundang dia untuk mengahadap ke pihak sekolah. Berhubungan, anaknya akan diberikan pembinaan. Jadi toh saya mengundang dia selaku wali murid,” kata Astri.

Namun, lanjut Astri, saat sedang memberikan pembinaan, pelaku malah marah-marah. Bahkan pelaku sempat menendang meja kaca yang ada dihadapannya.

Tak hanya itu, pelaku pun mengangkat meja tersebut dan langsung melayangkan ke arah korban.

“Kejadiannya jam 09:30. Saat saya sedang membina anaknya, dia (pelaku) langsung marah dan menendang meja kaca di dalam ruangan saya. Ia juga mengangkat meja itu dan menghantamkannya ke arah kepala saya,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Lolak AKP Suharno mengatakan, pelaku sudah berhasil diamankan.

“Pelaku sudah ditangkap. Ia dijerat dengan pasal 356 tentang kekerasan terhadap pegawai yang tengah melakukan tugas. Untuk korban sendiri mengalami luka pada tangan kanan, luka pada bagian hidung dan bengkak pada bagian kepala,” ucapnya.

Berita lainnya