Ekonomi dan Bisnis

Tanah Abang Bermasalah, Sandiaga Akui Terburu-buru karena Didorong Netizen

Sandiaga Uno
Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno. (Foto: Antara News/ Arindra Meodia)

Jurnalindonesia.co.id – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengambil pelajaran dari penataan kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Dia mengakui, penataan di kawasan grosir terbesar se-Asia Tenggar itu lantaran terlalu terburu-buru.

Atas dasar itulah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tak mau lagi mengulanginya. Dengan demikian Sandi menyatakan belum bisa mengungkapkan kapan konsep penataan jangka menengah (midterm) akan dirilis.

“Belajar dari tahap pertama, kami tidak ingin terburu-buru. Kami didorong-dorong, kan sama kalian. Didorong-dorong sama netizen, akhirnya terburu-buru,” kata Sandiaga Uno di Union Space V Office, Jakarta, pada Jumat (9/3/2018).

Baca: Dirlantas Polda Metro Kembali Desak Anies Buka Jalan Jatibaru Raya Tanah Abang

Sandiaga Uno kemudian membuka rahasia mengapa penataan Tanah Abang selama ini tak kunjung selesai, bahkan menimbulkan persoalan baru.

Menurut dia, dalam penataan tahap pertama Tanah Abang, seperti penutupan Jalan Jatibaru Raya pada Desember 2017 lampau, Pemprov DKI belum sempat berkomunikasi dengan Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Halim Pagarra, Ombudsman Nasional, pejalan kaki, dan instansi terkait lainnya.

“Kami belum sosialisasi yang cukup, akhirnya belum sempat komunikasi dengan Pak Halim, belum sempet komunikasi panjang dengan instansi terkait, belum sempat ngomong sama pejalan kaki, Ombudsman,” ujar Sandiaga.

Baca: Anies Baswedan Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Terkait Tanah Abang

Maka dari itu, sebelum memutuskan untuk mengumumkan konsep penataan tahap menengah Tanah Abang, Pemprov DKI akan lebih dulu berkomunikasi dengan instansi dan komunitas terkait.

Pada Jumat sore, diumumkan hasil survei penataan kawasan Tanah Abang tahap pertama. “Ini surveinya data konkret pertama yang kami miliki,” ucapnya.

Loading...

Berita lainnya