Ekonomi dan Bisnis

Tantangan Amien Rais Soal Blok Rokan Dijawab Telak oleh Jokowi

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.

Jurnalindonesia.co.id – Setelah 94 tahun dikuasai oleh Chevron, Blok Rokan akhirnya diputuskan akan dikelola 100% oleh PT Pertamina (Persero) mulai tahun 2021, bersamaan dengan habisnya masa kontrak pengelolaan oleh perusahaan migas asing asal Amerika itu.

Blok Rokan sempat menjadi ‘rebutan’ antara Chevron dan Pertamina. Sejumlah pihak mendesak agar Blok Rokan jangan diserahkan ke asing, melainkan untuk Pertamina.

Desakan itu disuarakan salah satunya oleh Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais. Bahkan, dia menantang keberanian Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri ESDM Igansius Jonan untuk merebut kembali Blok Rokan.

“Kalau betul Blok Rokan bisa kembali ke Ibu Pertiwi, ke Pertamina, ini sebuah terobosan luar biasa. Cuma berani enggak Jonan, berani enggak Pak Jokowi? kalau berani ya luar biasa,” tutur Amien Rais di gedung Nusantara V, MPR RI, Jakarta, Senin (30/7/2018) lalu.

Dan pemerintah pun akhirnya memutuskan Blok Rokan diserahkan ke Pertamina. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan penyerahan pengelolaan blok Rokan ke Pertamina terhitung sejak kontrak Chevron habis pada 2021 mendatang.

“Setelah melihat proposal hari ini, jam 5 sore maka pemerintah lewat Menteri ESDM menetapkan pengelolaan Blok Rokan mulai tahun 2021 selama 20 tahun ke depan akan diberikan kepada Pertamina,” kata Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, di Jakarta, Selasa malam (31/7/2018).

Baca: Setelah 94 Tahun Dikuasai Chevron, Pertamina Akhirnya Resmi Ambil Alih Blok Rokan

Di Blok Rokan, Riau, terdapat dua lapangan minyak raksasa. Kedua lapangan itu adalah Minas dan Duri. Lapangan Minas yang telah memproduksi minyak hingga 4,5 miliar barel minyak sejak mulai berproduksi pada 1970-an adalah lapangan minyak terbesar di Asia Tenggara.

Blok Rokan memiliki luas wilayah 6.264 km2. Pada 2016 lalu masih mampu menghasilkan minyak hingga 256.000 bph (barel per hari), hampir sepertiga dari total produksi minyak nasional saat ini.

Loading...

Berita lainnya