— Jakarta — Tencent Cloud resmi merilis dua agen kecerdasan buatan, WorkBuddy dan Miora, di Indonesia sebagai solusi produktivitas dan kreativitas bagi individu serta perusahaan.

Peluncuran ini menandai langkah komersialisasi agen AI yang tidak lagi bersifat eksperimen, melainkan dihadirkan sebagai alat kerja yang siap dipakai di lingkungan bisnis.

WorkBuddy: Agen Produktivitas untuk Ruang Kerja

Tencent WorkBuddy dirancang sebagai agen AI untuk meningkatkan produktivitas ruang kerja. Produk ini mengkoordinasikan serangkaian agen dalam menangani beragam tugas, termasuk riset pasar, analisis data, dan visualisasi data.

WorkBuddy menggabungkan keahlian lintas bidang seperti keuangan, hukum, dan pemasaran untuk menyelesaikan tugas yang membutuhkan koordinasi dan spesialisasi.

Miora: Studio Kreatif Berbasis AI

Tencent Design Miora hadir sebagai studio kreatif yang AI-native untuk mendukung desainer, kreator konten, dan pemasar yang memerlukan solusi visual. Cukup diberi instruksi, Miora mengoordinasikan berbagai kemampuan untuk menghasilkan aset siap produksi.

Hasil yang dapat diciptakan oleh Miora mencakup aset grafis, video, aset 3D, hingga user interface (UI). Menurut keterangan, proses kreatif yang biasanya berlangsung berminggu-minggu bisa dirampungkan dalam hitungan jam.

Pandangan Eksekutif Tencent Cloud

Dalam acara Tencent Cloud AI Executive Day di Jakarta, Selasa (14/7/2026), Poshu Yeung, Senior Vice President of Tencent Cloud dan Head of Tencent Cloud International, menyatakan optimisme terhadap adopsi AI.

“Agen AI sudah diadopsi secara luas, bahkan di Tencent lebih dari 60% kode sudah dibikin pakai AI. Dalam 2 tahun ke depan saya yakin AI akan digunakan secara luas, bukan hanya produk Tencent tapi juga seluruh industri,” kata Poshu Yeung.

Jimmy Chen, Vice President of Tencent Cloud dan Vice President of APAC Tencent Cloud International, menyebut era saat ini adalah masa implementasi AI, bukan sekadar fase uji coba. Pernyataan itu menjadi dasar optimisme perusahaan untuk memperluas kemitraan dan dukungan bagi perusahaan di Indonesia.

“Melalui agen seperti WorkBuddy dan Miora, kami membantu perusahaan lokal mengalihkan pekerjaan yang membutuhkan banyak proses eksekusi kepada AI sehingga tim mereka dapat berfokus pada inovasi dan pengambilan keputusan yang lebih baik,” ujarnya.

Fokus Pasar Indonesia dan Keunggulan Tencent Cloud

Jimmy Chen menegaskan Indonesia menjadi pasar penting bagi Tencent. Dia menunjuk populasi besar, banyaknya generasi muda, dan tingkat adaptasi perusahaan terhadap teknologi sebagai alasan strategis kehadiran produk ini di Tanah Air.

Terkait keunggulan dibanding pesaing, Poshu Yeung menyebut beberapa aspek yang ditawarkan Tencent Cloud, termasuk efisiensi biaya, model kolaborasi dengan talenta insinyur lokal, serta kemudahan migrasi data ke layanan cloud mereka disertai peningkatan kualitas.

“Kami punya produk kelas atas, nomer satu di China. Jadi kita punya pengalaman yang bisa kita bagi ke konsumen,” pungkasnya.

Simak Video “Tencent Cloud Bahas Peluang AI dan Cloud dalam Mendorong Transformasi Bisnis”