— Jakarta — Tiga produsen semikonduktor besar dunia, Samsung, SK Hynix, dan Micron, menjadi tergugat dalam gugatan class action yang dilayangkan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Utara California pada 25 Juni 2026.

Gugatan diajukan oleh 17 penggugat, yang terdiri dari individu dan pemilik usaha kecil di bidang komputer. Mereka menuduh ketiga perusahaan itu sengaja menciptakan kelangkaan pasokan DRAM untuk mendorong lonjakan harga selama empat tahun terakhir.

Inti Tuduhan

Dalam berkas perkara Garciaguirre et al. v. Samsung Electronics Co., Ltd. et al., penggugat merincikan beberapa klaim utama:

  • Koordinasi Strategis: Tuduhan bahwa Samsung, SK Hynix, dan Micron secara serentak mengurangi produksi DRAM konvensional, seperti DDR3 dan DDR4.
  • Kedok HBM: Penggugat menyatakan lonjakan permintaan untuk High Bandwidth Memory (HBM) yang dipakai di akselerator AI dipakai sebagai pembenaran untuk mengurangi pasokan RAM konsumen umum.
  • Kartel Harga: Penggugat berargumen bahwa dalam pasar kompetitif, salah satu produsen semestinya menaikkan produksi untuk merebut pangsa pasar. Karena tidak ada yang melakukan itu, mereka menduga adanya kesepakatan rahasia yang mempertahankan harga tinggi.

Sejarah Kasus Serupa

Gugatan ini muncul di tengah catatan hukum sebelumnya terhadap para terdakwa. Pada 2000-an, Samsung dan Hynix pernah dikenai denda oleh otoritas AS terkait praktik yang berkaitan dengan penetapan harga DRAM.

Pada 2018, gugatan class action serupa pernah diajukan terkait lonjakan harga memori, namun saat itu pengadilan menolak kasus tersebut dengan alasan barang bukti dianggap belum cukup menunjukkan adanya perjanjian tertulis antarperusahaan.

Dampak Pada Konsumen dan Industri

Krisis memori yang kerap disebut RAMpocalypse berdampak pada kenaikan biaya komponen. Produsen perangkat memberi beban biaya komponen mahal tersebut kepada konsumen, sehingga harga laptop, PC gaming, dan konsol game melonjak.

Sampai saat ini ketiga perusahaan belum memberikan pernyataan resmi terkait gugatan di pengadilan. Pakar industri menilai pengumpulan bukti untuk kasus semacam ini akan sulit, sementara produsen kemungkinan akan menegaskan bahwa pengalihan produksi ke HBM adalah respons terhadap permintaan pasar AI yang lebih menguntungkan.

Prospek Pasar Memori

Sejumlah analis memperkirakan tekanan harga pada pasar memori akan berlanjut. Analis dari Jefferies Equity Research memperkirakan harga memori masih bisa naik tajam pada kuartal keempat 2026.

Beberapa pihak berharap normalisasi harga dapat terjadi sekitar 2028 seiring bertambahnya kapasitas pabrik baru dan meredanya investasi besar pada pusat data AI.