Kriminal, Politik

Titiek Soeharto Soal Ratna: di Zaman Orde Baru Apa Dengar Ada Aktivis Wanita Dianiaya?

Partai Berkarya
Ketum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto (kedua kiri), Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso (kedua kanan), Titiek Soerharto (tengah), dan sejumlah kader partai berfoto bersama saat jumpa pers di Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto, Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul, DI Yogyakarta, Senin (11/6/2018). (Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko)

Jurnalindonesia.co.id – Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya, Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto, mengecam keras dugaan aksi penganiayaan terhadap aktivis Ratna Sarumpaet. Seandainya peristiwa itu benar, Titiek menilai itu sebagai tindakan biadab.

Mosok emak-emak, nenek-nenek, dianiaya. Itu kan perbuatan biadab. Biadab banget ini,” kata Titiek seperti dilansir detikcom, Selasa (2/10/2018).

Titiek pun heran dengan peristiwa yang sering dialami Ratna Sarumpaet, seperti persekusi dan kini penganiayaan. Apalagi kasus serupa juga sering dialami Neno Warisman.

Titiek menilai, Ratna dan Neno adalah dua aktivis perempuan pemberani yang kerap bersuara keras terhadap kebijakan pemerintah sejak dulu.

Menurut Titiek, dari zaman Soeharto hingga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ratna Sarumpaet sudah vokal. Namun baru di era pemerintahan sekarang Ratna diduga mengalami penganiayaan.

“Dulu di zaman Orde Baru, dibilang otoriter. Tapi apakah dengar ada aktivis wanita dianiaya. Coba dibandingkan siapa yang otoriter?” kata Titiek.

Loading...

“Ratna Sarumpaet ini kritis ke pemerintah zaman Pak Harto, tapi tak sampai digebukin,” lanjutnya.

Baca: Ratna Sarumpaet Alami Penganiayaan hingga Babak Belur di Bandung?

Sebelumnya beredar kabar Ratna Sarumpaet dianiaya oleh sekelompok orang di Jawa Barat. Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Nanik S Deyang, mengatakan, aktivis yang kini berusia 70 tahun itu sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Cimahi.

Namun setelah dicek langsung oleh pihak kepolisian di delapan rumah sakit di Cimahi, tak ada nama Ratna pernah dirawat.

“Delapan RS (rumah sakit) di Cimahi sudah ditelusuri,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Umar Fana kepada detikcom, Selasa (2/10/2018).

Loading...

Tulis pendapat anda