Jurnal Indonesia — Triasmitra menyelesaikan proyek Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Rising 8 segmen Jakarta–Batam dan menargetkan pendapatan mencapai Rp1,01 triliun pada 2026. Penyelesaian proyek ini disebut manajemen menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi perusahaan sebagai pengembang infrastruktur digital nasional.
Direktur Utama Titus Dondi Patria menyatakan, “Keberhasilan penyelesaian SKKL Rising 8 merupakan bukti kapabilitas perseroan dalam mengembangkan dan mengoperasikan infrastruktur kabel laut berteknologi tinggi secara mandiri.” Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2025 dan public expose 2026 yang digelar secara online.
Detail Teknis dan Komitmen Pelanggan
Pada Mei 2026, Triasmitra menyelesaikan penggelaran SKKL Rising 8 Jakarta–Batam dengan menggunakan kapal penggelar kabel milik perusahaan, Cable Laying Vessel (CLV) Bentang Bahari. Jaringan sepanjang 1.054 kilometer tersebut dilengkapi 16 fiber pair dan 11 repeater dengan kapasitas desain mencapai 400 Tbps.
Sebelum proyek rampung, manajemen menyatakan telah memperoleh komitmen dari lima pelanggan yang akan memanfaatkan kapasitas jaringan tersebut. Perusahaan menganggap hal ini sebagai indikasi tingginya kebutuhan pasar terhadap layanan konektivitas berkapasitas besar.
Target Pendapatan dan Sumber Pertumbuhan
Triasmitra membidik pendapatan Rp1,01 triliun pada 2026, atau tumbuh sekitar 35% dibandingkan realisasi 2025 sebesar Rp750 miliar. Pertumbuhan ini akan ditopang oleh optimalisasi penjualan kapasitas pada jaringan kabel laut dan kabel darat yang telah beroperasi serta monetisasi SKKL Rising 8.
Perusahaan juga menargetkan pengembangan proyek berikutnya, SKKL Median Ring Indonesia (Merindo), sebagai sumber pendapatan tambahan dan penguatan kontribusi pendapatan berulang.
Proyek Merindo
Merindo pada tahap awal direncanakan memiliki panjang sekitar 2.360 kilometer dengan teknologi repeatered submarine cable dan 16 fiber pair. Tahap pertama akan menghubungkan Banyuurip–Mataram–Makassar–Labuan Bajo serta Amlapura–Mataram, sementara tahap kedua direncanakan menghubungkan Amlapura–Kawinda Nae–Labuan Bajo.
Perusahaan menargetkan penggelaran Merindo dimulai pada kuartal III 2027 dan siap beroperasi awal 2028. Saat ini sejumlah persiapan telah dilakukan, antara lain identifikasi lokasi pendaratan kabel, perolehan rekomendasi awal regulator, persiapan marine survey, serta proses seleksi vendor utama penyedia sistem kabel dan repeater.
Optimalisasi Kapal dan Pasar Jasa
CLV Bentang Bahari yang digunakan untuk Rising 8 akan dioptimalkan untuk pekerjaan Post Laid Inspection & Burial (PLIB) pada jaringan Jakarta–Batam. Kapal itu juga disiapkan untuk mendukung pembangunan Merindo serta sejumlah proyek eksternal di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sumatera, Sulawesi, hingga Indonesia Timur.
Manajemen menilai permintaan layanan penggelaran dan pemeliharaan kabel laut akan menjadi sumber pertumbuhan baru dan memperkuat kontribusi pendapatan berulang perseroan dalam beberapa tahun ke depan.
Kinerja Keuangan dan Perubahan Dewan Komisaris
Triasmitra mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang 2025. Pendapatan tumbuh 35% menjadi Rp750 miliar, laba usaha meningkat 39% menjadi Rp263 miliar, dan laba bersih melonjak 63% menjadi Rp138 miliar. Perusahaan menyebut kenaikan tersebut didorong oleh optimalisasi aset, ekspansi pelanggan, dan efisiensi operasional.
Dalam RUPST, pemegang saham menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris. Kennedy Simanjuntak ditunjuk sebagai Komisaris Independen menggantikan Nelly Henry, Glory Simanjuntak ditunjuk sebagai Komisaris, sedangkan posisi Komisaris Utama tetap dijabat P. Sartono.
Ikuti Jurnal Indonesia
