Mancanegara

Universitas Al-Azhar Mesir Telah Larang Mahasiswinya Bercadar Sejak 2009 Lalu

Wanita mengenakan cadar ketika melintas di dikawasan perdagangan di Misfalah, Makkah
Ilustrasi: wanita mengenakan cadar ketika melintas di dikawasan perdagangan di Misfalah, Makkah, Selasa (17/11). (Foto: Antara/Maha Eka Sawasta)

Jurnalindonesia.co.idPelarangan mengenakan cadar di lingkungan kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sempat menuai pro dan kontra.

Sebagai perbandingan, Universitas Al-Azhar Kairo yang merupakan salah satu lembaga pendidikan tinggi tertua Mesir telah melarang penggunaan cadar di lingkungan sekolah sejak Tahun 2009 lalu.

Sebagaimana dilansir Al Arabiya, Selasa 6 Oktober 2009 lampau, pimpinan Universitas Al-Azhar, Mesir, Muhammad Sayed Tantawi, memerintahkan para murid untuk melepas cadarnya selama mereka berada di area kampus, termasuk di asrama di lingkungan Universitas tersebut.

Pelarangan ini berawal saat salah seorang siswi Tantawi yang berusia 12 tahun mengenakan cadar di kelasnya. Tantawi yang juga merupakan ulama terbesar di Mesir ini meminta sang siswi untuk melepasnya karena menganggap cadar adalah sebuah tradisi dan tidak ada hubungannya dengan Islam.

Cadar, menurut ulama yang pernah memimpin salat jenazah bagi pemimpin Palestina Yasser Arafat itu, merupakan tradisi dari masyarakat Arab sebelum Islam berkembang dan tidak ada hubungannya dengan kewajiban dalam agama yang dibawa oleh nabi Muhammad itu.

Baca juga: UIN Sunan Kalijaga Cabut Larangan Bercadar Bagi Mahasiswi

Kebijakan tersebut mencakup tak hanya bagi pelajar, tapi juga para pengajar. Dilansir dari Middle East Monitor, Tantawi berdalih keputusan itu diambil untuk meningkatkan komunikasi antara dosen dan mahasiswa.

“Hal ini dilarang untuk dosen di semua fakultas atau asisten dosen saat memberikan kuliah sambil memakai cadar,” kata dia.

Sebelum ini, Kementerian Agama Mesir juga pernah mengeluarkan larangan bagi wanita muslim yang memberikan khutbah di masjid mengenakan cadar. Selain itu, perawat juga dilarang menggunakan cadar sejak 2008 lalu. Demikian juga di area pengadilan. Akan tetapi pelarangan ini tidak seluruhnya dilaksanakan.

Baca juga: Sumanto Al Qurtuby: Saudi Menjadi Modern, Indonesia Menjadi “Primitif”

Berita lainnya