NTB

Pasca-gempa Lombok, Penjarahan Marak Terjadi di Gili Trawangan

Ilustrasi. (Foto: Ist)

Jurnalindonesia.co.id – Gempa bumi berkekuatan 7 Skala Richter (SR) yang melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu pekan lalu membuat warga terpaksa mengungsi.

Namun miris, akibat rumah dan villa ditinggalkan penghuni dan turis, tindakan penjarahan justru marak terjadi.

Di Pulau Gili Trawangan, misalnya, sejumlah pemilik toko menjadi korban aksi kriminal tersebut. Sebuah toko yang berada tak jauh dari dermaga Villa Ombak menjadi korban aksi penjarahan. Pintu dan jendela toko pecah berkeping-keping dirusak massa.

Padahal, menurut warga, toko tersebut hanya menjual pakaian, bukan makanan atau minuman.

“Kalau makanan dan minuman yang diambil kita wajarlah, tapi masa baju-baju begini juga dibawa,” kata warga Gili Trawangan, Mahmudi.

Barang dagangan di dalam toko pun ludes digondol penjarah. Usai kejadian, toko hanya ditutup dengan triplek.

Baca juga: Cerita-cerita Mengharukan Usai Gempa Mengguncang Lombok

Salah satu toko yang dijarah di Pulau Gili Trawangan, NTB. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)

Selain itu, penjarahan juga terjadi di toko bernama Creative Shop yang menjual makanan serta penyewaan perlengkapan snorkeling. Allan (36), seorang penjaga toko mengatakan penjarahan terjadi pada Senin (6/8).

Allan mengaku tak mengetahui orang yang menjarah tempatnya bekerja karena sedang tak di tempat. Hanya saja dari kesaksian saudaranya yang sedang berada tak jauh dari toko melihat massa yang begitu banyak merangsek masuk ke dalam.

Loading...

“Massa saat itu jumlahnya banyak sekali, mau mencegahnya pun takut,” kata Allan.

Bermacam makanan, minuman, perlengkapan snorkeling, hingga uang tunai senilai Rp30 juta habis digasak massa. Akibatnya tak ada lagi barang yang tersisa di toko tersebut.

Warga Australia yang bekerja di Gili Trawangan bernama Mick mengaku menyaksikan penjarahan. Namun, saat itu ia melihat barang-barang yang diambil sekadar makanan dan minuman dan menurutnya itu wajar saja.

“Dengan kondisi sulit menemukan makanan dan minuman saya pikir itu normal, mereka pun panik sehingga saya tidak bisa menilainya buruk-buruk amat,” kata Mick.

Setelah marak penjarahan di Gili Trawangan, warga dan petugas kepolisian setempat rutin berpatroli mengelilingi pulau mungil ini. Pemeriksaan oleh polisi air terhadap orang-orang yang hendak menyeberang pun diperketat sejak beberapa hari terakhir, untuk menekan kemungkinan penjarahan terulang.

Baca juga: Daftar Gempa dan Tsunami yang Pernah Melanda NTB

CNN INDONESIA

Loading...

Tulis pendapat anda