Jurnal Indonesia — Pelatih tim nasional Belgia, Mark van Bommel, menyatakan bahwa tim asuhannya seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol saat menghadapi Italia dalam laga Grup A1 UEFA Nations League. Meskipun meraih kemenangan 2-0 di Stadion Olimpico Roma pada Sabtu (26/9/2026), Van Bommel merasa Belgia punya potensi untuk memberikan kekalahan yang lebih telak kepada Italia.
Dua gol kemenangan Belgia dicetak oleh Mika Godts dan Dodi Lukebakio. Pertandingan ini menandai dimulainya era baru bagi kedua tim dengan pelatih anyar. Roberto Mancini kembali menukangi Gli Azzurri, sementara Belgia memulai perjalanan baru di bawah arahan Van Bommel.
Pelatih asal Belanda itu berhasil memenangkan adu taktik melawan Mancini pada laga debutnya. Meski Belgia memiliki penguasaan bola yang lebih sedikit dibandingkan Italia, yakni 46 persen berbanding 54 persen, serangan yang dilancarkan oleh ‘Setan Merah’ terbukti sangat berbahaya dan efektif.
Belgia tercatat menciptakan lebih banyak peluang dibandingkan Italia. Kevin De Bruyne menjadi motor serangan dengan mencatatkan 17 tembakan, sembilan di antaranya mengarah ke gawang. Italia sendiri hanya mampu membuat 11 tembakan dengan lima yang tepat sasaran.
Van Bommel mengungkapkan rasa puasnya terhadap penampilan anak asuhnya yang mampu menciptakan banyak peluang, meski ia juga menekankan potensi untuk mencetak gol lebih banyak lagi. Ia terkesan dengan kemampuan para pemainnya dalam menjalankan gaya bermain yang diinginkan, mengingat waktu persiapan yang sangat singkat di bawah kepelatihannya.
“Di babak pertama, kami memainkan sepak bola yang sangat bagus. Kami sebenarnya bisa mencetak lebih banyak gol, tetapi saya sangat senang dengan semua peluang yang kami ciptakan. Melihat cara kami bermain, saya hampir tidak percaya bahwa kami baru berlatih bersama selama beberapa hari,” ujar Van Bommel, dikutip dari situs resmi UEFA.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.