Jurnal Indonesia — Virgin Media O2 mengumumkan rencana pemutusan layanan jaringan 2G di Inggris pada 2029. Perusahaan mengatakan langkah itu akan memberi waktu bagi pelanggan dan bisnis untuk mempersiapkan perangkat yang masih bergantung pada jaringan lama.
Jaringan 2G pertama kali diluncurkan pada 1993 dan selama ini digunakan oleh ponsel, sistem alarm, serta beberapa perangkat kesehatan. Menurut Virgin Media O2, menonaktifkan 2G akan memungkinkan alokasi sumber daya yang lebih fokus untuk meningkatkan layanan 4G dan 5G.
Perusahaan menyebutkan telah mengalokasikan investasi sebesar GBP 700 juta tahun ini untuk mentransformasi jaringan seluler mereka.
“Saat kami menatap masa depan, kami akan mematikan jaringan 2G lama sehingga kami dapat lebih fokus pada penyediaan layanan seluler 4G dan 5G yang andal dan efisien kepada semua pelanggan sesuai harapan mereka,”
— Jeanie York, Chief Technology Officer Virgin Media O2.
Virgin Media O2 mengatakan penghentian 2G juga akan membantu perusahaan mengarahkan investasi pada peningkatan kecepatan, keandalan koneksi, dan efisiensi energi jaringan yang lebih baru.
Perusahaan mengingatkan bahwa mereka sebelumnya telah mematikan jaringan 3G dan telah menandatangani piagam penghentian 2G dengan pemerintah. Dari pengalaman tersebut, Virgin Media O2 mengklaim memahami langkah-langkah yang diperlukan untuk melakukan transisi secara bertanggung jawab tanpa mengganggu pelanggan.
Meski sebagian besar pelanggan disebut tidak perlu mengambil tindakan, perusahaan menegaskan beberapa pelaku bisnis mungkin perlu mulai merencanakan pembaruan perangkat atau sistem yang masih bergantung pada 2G.
Virgin Media O2 menambahkan pihaknya akan mengomunikasikan informasi lebih lanjut secara langsung kepada pelanggan dan menyediakan dukungan selama proses peningkatan jaringan berlangsung.
Ikuti Jurnal Indonesia
