Jurnal Indonesia — Cape Verde membuat kejutan pada debutnya di Piala Dunia 2026 dengan menahan imbang Spanyol, salah satu unggulan turnamen, dalam laga di Atlanta. Penampilan kiper 40 tahun Josimar Dias, yang akrab disapa Vozinha, menjadi sorotan utama malam itu.
Vozinha dinobatkan sebagai Man of the Match setelah melakukan tujuh penyelamatan krusial dan beberapa kali menggagalkan upaya gol dari pemain-pemain Spanyol seperti Mikel Oyarzabal, Ferran Torres, dan Aymeric Laporte. Aksi-aksi penyelamatannya menjaga skor berakhir imbang dan memberi Cape Verde satu poin tak terduga.
Spanyol memang menguasai pertandingan dengan hampir 75% penguasaan bola dan melepaskan 27 tembakan, tetapi tak satu pun yang mampu menembus pertahanan Cape Verde. Salah satu momen paling disorot adalah ketika Vozinha menepis sundulan Oyarzabal yang tampak hampir pasti berbuah gol.
Di luar aksi penyelamatan, kiper veteran itu juga tercatat melakukan 54 sentuhan bola, jumlah terbanyak di antara pemain Cape Verde pada laga tersebut. Penampilan itu membuatnya sejajar dengan beberapa nama besar penjaga gawang di catatan sejarah turnamen: menurut OptaJoe, sejak 1966 hanya ada satu kiper berusia 40 tahun atau lebih yang pernah mencatat lebih banyak penyelamatan dalam satu laga Piala Dunia, yakni Pat Jennings pada 1986.
Efek dari penampilan impresif tersebut tak hanya dirasakan di lapangan. Jumlah pengikut akun Instagram Vozinha melonjak drastis, dari sekitar 43.000 menjadi lebih dari 4,4 juta, meningkat lebih dari 10.000 persen setelah pertandingan.
Jadwal Selanjutnya Cape Verde
Setelah laga pembuka ini, Cape Verde akan melanjutkan perjuangannya di Grup H. Tim Blue Sharks dijadwalkan menghadapi Uruguay pada 21 Juni dan Arab Saudi pada 26 Juni.
Debut yang impresif tersebut memberi momentum bagi tim kecil berpenduduk sekitar 550.000 jiwa itu, yang kini mengalihkan fokus untuk menghadapi dua pertandingan tersisa di fase grup.
Ikuti Jurnal Indonesia
