Mancanegara

WNI Dilarang Kunjungi Yerusalem, Ini Tanggapan Menteri Agama

Menag Lukman Hakim Saifuddin (dua dari kiri) di Aksi Bela Palestina, Minggu (17/12/2017). (foto: Twitter/@UstdzTengku)

Jurnalindonesia.co.id – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menanggapi pelarangan bagi turis asal Indonesia memasuki negara Israel.

Lukman berharap Israel tidak melarang warga negara Indonesia mengunjungi Yerusalem.

“Selaku Menag ini kaitannya dengan peribadatan ya. Banyak umat beragama yang harus mengunjungi Yerusalem. Kalau kota suci itu milik bersama sebenarnya,” kata Lukman di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (30/5).

Yerusalem merupakan kota suci bagi 3 agama, yakni Yahudi, Kristiani dan Muslim. Menurut Lukman banyak umat Muslim yang mengunjungi Baitul Maqdis tiap tahunnya.

Walaupun belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Israel mengenai larangan tersebut, Lukman berharap pemerintah Negeri Bintang Daud itu mau memahami bahwasanya Yerusalem adalah kota suci bagi penduduk dunia.

“Setiap penduduk dunia mestinya punya hak yang sama mengunjungi tempat suci. Mestinya tidak boleh ada larangan mengunjungi karena menjadi concern semua umat beragama,” ujar Lukman.

Loading...

Lukman mengaku akan berkoordinasi dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi terkait persoalan ini.

Sebelumnya, beredar kabar yang menyebutkan bahwa turis berpaspor Indonesia tak boleh lagi mengunjungi Yerusalem setelah 9 Juni. WNI disebut masih diizinkan masuk sebelum tanggal yang ditetapkan. Isu itu dimuat juga dalam situs albalad.co.

Peraturan ini disebut-sebut berlaku untuk perjalanan perorangan maupun kelompok dan berlaku hingga waktu yang belum ditentukan.

Hingga kini, belum ada pernyataan publik yang disampaikan oleh pihak Israel terkait hal ini.

Baca: Mulai 9 Juni, Turis Indonesia Dilarang Masuk ke Israel

Loading...

Tulis pendapat anda