— XGraphics menghadirkan teknologi finishing cetak baru bernama ChromaLuxe pada gelaran XG Connect 2026. Perusahaan menjelaskan inovasi ini dirancang untuk mengubah cetak digital menjadi karya yang lebih tajam, imersif, dan memberikan pengalaman multisensori.

Peluncuran datang di tengah fenomena kejenuhan visual digital, di mana konsumen disebut-sebut mencari pengalaman fisik yang lebih nyata dan personal. Menurut CEO XGraphics, Harjanto Sudarsono, konsumen kini menginginkan koneksi emosional melalui karya cetak, bukan sekadar tampilan visual.

Tiga Pilar Inovasi ChromaLuxe

ChromaLuxe bekerja sebagai teknologi finishing premium yang memanfaatkan mesin cetak digital komersial dari Konica Minolta. XGraphics menyebutkan ada tiga varian utama dalam rangkaian ini.

ChromaVarnish: memberikan efek kilau dengan tekstur timbul halus untuk menonjolkan elemen tertentu dalam desain sehingga tampil lebih berkarakter.

ChromaFoil: memakai lapisan foil yang menghadirkan kilau multidimensi, bertujuan menciptakan kedalaman visual dan ilusi gerak agar karya terlihat lebih “hidup”.

ChromaSense: menambahkan tekstur dan pola fisik pada permukaan material cetak sehingga menghasilkan sensasi taktil yang dapat dirasakan saat disentuh.

Ketiga varian tersebut dapat dikombinasikan dalam satu proses cetak. Menurut perusahaan, kombinasi ini memungkinkan pembuatan kemasan, material promosi, dan merchandise dengan nuansa mewah yang sulit ditiru layar digital.

Kolaborasi Seniman Lokal dan Tinta Warna Baru

Untuk mendemonstrasikan kemampuan ChromaLuxe, XGraphics bekerja sama dengan sejumlah seniman visual Indonesia, antara lain Popo Mangun, Kathrin Honesta, Mahendra Nazar, Misha, dan Rukmunal Hakim. Karya mereka dipamerkan pada XG Connect 2026 menggunakan berbagai finishing dari ChromaLuxe.

Selain teknologi finishing, acara itu juga memamerkan terobosan tinta cetak hasil kolaborasi dengan merek global seperti Heidelberg dan HP. Inovasi tinta yang diperkenalkan mencakup:

  • CMYK + OVG (Orange, Violet, Green): memperluas rentang spektrum warna di luar palet CMYK standar.
  • CMYK + Neon Pink: menggunakan pigmen neon untuk menghasilkan warna sangat vibrant, sesuai kebutuhan branding yang mencolok.

Harjanto menutup paparan dengan menyatakan bahwa meskipun karya seni digital dan virtual makin berkembang, pengalaman fisik yang autentik diperkirakan tetap dicari. Menurutnya, digital printing yang diperkaya teknologi seperti ChromaLuxe mampu menawarkan pengalaman tersebut.