— Jakarta — XLSmart menyatakan siap bersaing dalam lelang pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang dijadwalkan Kementerian Komunikasi dan Digital mulai 7 Juli 2026. Perusahaan masuk salah satu dari tiga peserta yang lolos tahap evaluasi administrasi.

Tiga operator yang melaju ke proses seleksi adalah Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, dan XLSmart. Panitia melelang tiga blok untuk setiap pita frekuensi, jumlah yang sama dengan peserta yang mengikuti seleksi.

Kesempatan Sama Untuk Setiap Peserta

Director and Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, mengatakan peluang bagi tiap peserta cukup besar karena jumlah blok yang dilelang sama dengan jumlah peserta.

“Jadi, ada tiga blok di setiap spektrumnya. Artinya pesertanya tiga, tiga blok dilelang dan pesertanya juga tiga. Setiap peserta hanya boleh memenangkan satu blok,” ujar Merza di kantor XLSmart, Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Perbedaan Lebar Blok Jadi Faktor Penentu

Merza mengingatkan bahwa tiap blok memiliki lebar pita berbeda sehingga nilai tawaran akan memengaruhi hasil akhir.

“Bloknya kan lain-lain, ada yang besar, ada yang kecil. Jadi kalau mau yang besar tentu harus berani menawar lebih tinggi,” kata Merza.

Ketertarikan Terhadap Dua Pita Frekuensi

Ketika ditanya blok mana yang menjadi target XLSmart, Merza enggan membeberkan strategi rinci. Ia menegaskan XLSmart memiliki minat pada kedua pita frekuensi yang dilelang.

“Itu kembali lagi, setiap operator tentu punya strategi berbeda. Kami tertarik dua-duanya karena satu untuk memperluas coverage, satu lagi untuk menambah kapasitas jaringan,” ujar Merza.

Komitmen Pembangunan Sebagai Syarat

Selain nilai penawaran, pemenang lelang wajib memenuhi sejumlah komitmen pembangunan yang ditetapkan Kementerian Komunikasi dan Digital. Menurut Merza, besaran komitmen bergantung pada blok frekuensi yang dimenangkan.

“Ada di dokumen lelang. Jadi yang mendapatkan blok lebih besar, komitmennya juga lebih besar. Ada komitmen penggelaran 5G dan pembangunan layanan di desa. Itu semua menjadi bagian dari perhitungan operator sebelum mengikuti lelang,” jelas Merza.

Tujuan Lelang

Pemerintah memasukkan lelang pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz sebagai bagian dari agenda untuk mempercepat perluasan jaringan 5G dan meningkatkan kualitas layanan broadband seluler di Indonesia.

Pita frekuensi 700 MHz dipandang cocok untuk memperluas jangkauan layanan, terutama di wilayah pelosok, sementara pita 2,6 GHz lebih dimanfaatkan untuk menambah kapasitas jaringan di kawasan dengan trafik data tinggi, termasuk untuk layanan 5G.