— Yann LeCun, yang kerap disebut salah satu pelopor kecerdasan buatan, menyatakan bahwa xAI — perusahaan AI yang didirikan Elon Musk — telah gagal dan berisiko tertinggal dari kompetitor lain.

LeCun mengatakan kegagalan itu terkait dengan keluarnya sejumlah pendiri dan sulitnya merekrut kembali talenta terbaik di bidang AI. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara yang dipublikasikan akhir pekan lalu.

Pria berusia 65 tahun itu mengungkapkan, “xAI bisa dibilang gagal, terus terang, karena tim pendirinya telah pergi.” Ia menambahkan bahwa perilaku pendiri perusahaan membuat posisi Musk semakin sulit untuk menarik kembali para ahli AI.

Dalam beberapa tahun terakhir, LeCun dan Musk kerap berselisih pendapat soal perkembangan AI dan beberapa isu lain. Musk pernah menuduh LeCun kehilangan pemahaman terhadap bidang AI.

Pergerakan Korporasi dan Kinerja Keuangan

Pada Februari lalu, Musk menggabungkan SpaceX dengan xAI dalam transaksi yang menilai perusahaan gabungan sebesar USD 1,25 triliun. Beberapa pekan kemudian, perusahaan tersebut mulai melantai di bursa saham.

Untuk kuartal yang berakhir 31 Maret, divisi AI SpaceX yang mencakup xAI mencatatkan kerugian operasional sebesar USD 2,5 miliar. Sementara itu, AMI Labs — yang didirikan LeCun setelah meninggalkan posisi peneliti utama di perusahaan teknologi besar — mengumpulkan pendanaan sebesar USD 1 miliar pada bulan Maret.

Infrastruktur dan Sumber Pendapatan

LeCun menyebutkan bahwa xAI memiliki infrastruktur besar yang berpotensi disewakan kepada pihak lain sebagai salah satu cara menutup kerugian. Pernyataan ini merujuk pada pusat data Colossus 1 dan Colossus 2 yang berlokasi di Memphis, Tennessee.

Beberapa perusahaan teknologi telah menyewa kapasitas daya komputasi di pusat data milik xAI, menurut pernyataan LeCun.

Peluang Bersaing di Pasar AI

Ketika ditanya tentang kemampuan xAI bersaing dengan perusahaan-perusahaan AI besar lainnya, LeCun menyatakan pesimisme. “Saya tidak terlalu optimis tentang prospek xAI,” ujarnya.

Komentar tersebut menegaskan kekhawatiran terkait stabilitas tim dan rencana strategis xAI di tengah persaingan ketat di sektor kecerdasan buatan.