— Zlatan Ibrahimovic kembali menjadi sorotan setelah menyinggung Cristiano Ronaldo menyusul kekalahan Portugal di Piala Dunia 2026. Momen ketika Ronaldo meneteskan air mata di lapangan pascahasil imbang Portugal kalah 0-1 dari Spanyol di babak 16 besar memicu komentar pedas dari mantan striker Swedia tersebut.

Sebagai pundit dalam siaran Fox Sports, Ibrahimovic mempertanyakan reaksi emosional Ronaldo dengan mengutip pernyataan sang kapten sebelum turnamen dimulai.

“Dia sendiri yang bilang ini cuma turnamen tujuh pertandingan. Jadi saya tidak tahu kenapa dia menangis,” ujar Zlatan dalam siaran tersebut.

Unggahan di Media Sosial

Tak lama setelah komentar itu menjadi perbincangan, Ibrahimovic memosting serangkaian foto di akun X miliknya. Dalam foto ia mengenakan setelan jas dan menampilkan ekspresi percaya diri.

Dalam caption unggahan itu, ia menulis singkat: “Saya merasa sangat baik.” Meski tidak menyebut nama Cristiano Ronaldo secara langsung, banyak pengguna media sosial mengaitkan postingan itu dengan sindiran terhadap megabintang Portugal.

Reaksi Warganet

Unggahan Zlatan mendapat beragam komentar dari netizen, beberapa di antaranya mengkritik sikap mantan penyerang tersebut. Berikut beberapa tanggapan yang muncul:

  • “Merasa senang sementara orang itu lebih kaya, lebih tampan, lebih berbakat, dan lebih terkenal darimu adalah hal yang jahat,” tulis @Toxichomeboy1.
  • “Mengenakan setelan jas dan dengan satu misi, untuk merendahkan Ronaldo. Pria dewasa, otaknya tidak tumbuh bersamanya,” kata @Brav_619.
  • “Untuk seseorang yang menganggap dirinya salah satu yang terbaik, kamu punya mentalitas pecundang. Sementara CR7 masih mencetak angka-angka bagus, yang bisa kamu lakukan hanyalah tampil cantik di depan kamera. Aku menghormatimu, tapi kamu memang pecundang,” kecam @VizionaryTrding.
  • “Sayangnya, Anda tidak melakukan apa pun dalam karier Anda selain berteriak, membandingkan orang lain, dan bertengkar, sungguh memalukan,” tutur @s_samuel20.

Hubungan antara Zlatan dan Ronaldo memang kerap diwarnai saling sindir sepanjang karier mereka. Keduanya sering dibandingkan sebagai dua penyerang terbaik di generasinya, dan komentar-komentar penuh percaya diri dari Zlatan tidak hanya muncul selama ia aktif bermain, tetapi juga setelah berperan sebagai pundit.