— Pasar Pramuka, Jakarta Timur, menyaksikan lonjakan aktivitas perdagangan masker pada Senin, 7 September 2026, menyusul dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Sejumlah warga terlihat memadati pasar sejak Minggu kemarin untuk mencari perlindungan dari abu vulkanik yang dilaporkan menyebar hingga ke wilayah Jakarta.

Kepadatan pembeli terlihat di sepanjang jalan dalam pasar, yang membuat beberapa area menjadi lebih sempit dari biasanya. Warga tampak serius meninjau berbagai jenis masker yang ditawarkan oleh para pedagang.

Seorang pedagang masker bernama Gilang mengonfirmasi peningkatan signifikan dalam penjualan. “Dari kemarinlah pokoknya pada meningkat penjualan masker. Juga yang nyari juga banyak dari konsumennya, permintaannya juga lagi banyak,” ujarnya saat ditemui di kiosnya.

Gilang juga melaporkan bahwa stok masker di kiosnya mulai menipis dan distributornya juga mengalami kekosongan. “Sekarang lagi ini, stoknya lagi pada udah mulai kosong semua. Paling ada tinggal nggak seberapa. Tinggal sedikit stoknya, dari distributornya juga lagi nggak ada,” jelasnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebaran abu vulkanik imbas erupsi Gunung Anak Krakatau masih teridentifikasi pada Senin pagi. Data BMKG per pukul 06.00 WIB menunjukkan adanya dua klaster sebaran debu vulkanik.

Klaster pertama dilaporkan mencakup sebagian wilayah Banten, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu, serta Samudra Hindia di sebelah barat wilayah tersebut. Ketinggian abu vulkanik tercatat mencapai 15.000 kaki atau sekitar 4,57 kilometer ke arah tenggara-barat laut.

BMKG menyatakan bahwa pada ketinggian tersebut, sebaran abu berpotensi memengaruhi kualitas udara dan jarak pandang di wilayah yang terdampak.