— Pandeglang – Keluarga Sukarman, anak buah kapal (ABK) dari Kapal Arupadhatu I, masih menanti kabar baik menyusul hilangnya kapal tersebut bersama lima jurnalis di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK). Sukarman dilaporkan hilang sejak Senin (7/9) lalu.

Yayat Suryadi, anak Sukarman, mengungkapkan harapannya agar sang ayah dapat segera pulang dalam keadaan selamat. “Masih terus menunggu kabar baik, mudah-mudahan pulang dengan selamat,” ujar Yayat di Carita, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Yayat, ayahnya telah lama bekerja sebagai ABK di Kapal Arupadhatu. “Bekerja sudah lama jadi ABK, kalau ada tamu atau wisatawan yang berangkat menggunakan kapal dia ikut, satu paket sama Warta (kapten kapal),” jelasnya.

Yayat mengaku tidak mengetahui detail perjalanan ayahnya pada Senin (7/9) ke area Perairan Selat Sunda. Ia hanya diberitahu bahwa ayahnya memiliki jadwal berlayar ke Perairan Ujung Kulon pada Selasa (8/9). “Hari Senin itu trip dadakan, trip kilat, nggak bawa baju, nggak ada persiapan apa-apa. Setahu saya besoknya hari Selasa dia jadwal ke Ujung Kulon,” tuturnya.

Hingga pencarian memasuki hari kelima, Sukarman, Warta selaku kapten kapal, dan Heriyanto sebagai pemandu, belum juga ditemukan. Yayat menduga mereka bersama lima jurnalis yang ikut dalam pelayaran tersebut kemungkinan terbawa arus hingga ke perairan samudera.

“Misterius tidak ada tanda-tanda, kalau trouble di laut ada barang-barang, atuh serpihan terlihat mengapung, ini kan nggak ada, kemungkinan terbawa ke laut lepas, sinyal susah,” ungkap Yayat.