— PANDELANG – Sebaran abu vulkanik pascaerupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) dilaporkan telah menimbulkan dampak kesehatan bagi sebagian masyarakat Pandeglang. Di Kecamatan Labuan, tercatat 51 warga terjangkit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) akibat menghirup material vulkanik tersebut.

Kepala Puskesmas Labuan, Sri Rejeki, menyampaikan bahwa data per Selasa (8/9/2026) pukul 13.00 WIB menunjukkan 51 pasien ISPA dan 4 pasien diare berobat di Puskesmas Labuan. Sebagian besar pasien ISPA adalah orang dewasa yang mengeluhkan gejala sesak napas.

“Tidak ada yang dirawat, semua mengikuti rawat jalan,” ujar Sri Rejeki, menambahkan bahwa seluruh pasien ISPA tidak memerlukan perawatan inap.

Puskesmas Labuan sebelumnya telah mendistribusikan masker kepada warga yang terdampak di area Labuan. Sri Rejeki mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan mewajibkan penggunaan masker saat beraktivitas di luar guna menghindari paparan langsung abu vulkanik.

“Bisa terjangkit gangguan saluran pernapasan, mangkanya kita hindari dengan menggunakan masker,” tegasnya.

Meskipun demikian, Sri Rejeki menyatakan bahwa kondisi di Pandeglang saat ini masih kondusif pascaerupsi Gunung Anak Krakatau. Pihaknya terus berupaya melakukan mitigasi agar kasus ini tidak bertambah.

“Kondusif masyarakat masih normal beraktivitas, kecuali sekolah yang diliburkan, Posyandu juga kita liburkan karena melibatkan balita,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pandeglang, Eni Yati, mengaku belum menerima laporan resmi mengenai jumlah keseluruhan warga yang terdampak abu vulkanik. “Belum ada laporannya ke Dinkes, nanti saya cek ke bidangnya,” katanya.