— PANDELANG – Sebanyak delapan orang, terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal, dilaporkan masih belum ditemukan di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. Menanggapi situasi ini, warga Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, menggelar doa bersama atau istigasah untuk memohon agar kedelapan korban segera ditemukan.

Acara doa bersama dilaksanakan di Pantai Marina Legon pada Jumat (11/9/2026), yang lokasinya berdekatan dengan Pos SAR Nasional. Sejumlah warga tampak antusias mendatangi lokasi untuk bersama-sama membaca doa dan Surat Yasin, dengan harapan memohon pertolongan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Alis, salah satu anggota keluarga dari Heriyanto, pemandu wisata yang termasuk dalam daftar korban hilang, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh warga yang hadir dan berpartisipasi dalam acara doa bersama tersebut. “Mudah-mudahan kita selama bertugas dan mendoakan selalu diberikan kesehatan. Mudah-mudahan malam ini kita bisa khusyuk. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujar Alis.

Ketua RT setempat, Hamdani, menjelaskan bahwa acara ini awalnya tidak direncanakan untuk skala besar. Rencananya, kegiatan doa bersama hanya akan diikuti oleh keluarga korban. Namun, antusiasme masyarakat sekitar membuat acara tersebut dihadiri lebih banyak orang. “Sebenarnya tidak diumumkan. Tadinya direncanakan hanya sebatas keluarga yang berdoa, tetapi simpatisan dari masyarakat di sini cukup antusias dan ikut berdoa,” kata Hamdani.

Hamdani berharap melalui doa bersama ini, seluruh korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. “Doa kami sebagai warga dan rekan, mudah-mudahan keluarga kami yang tertimpa musibah kemarin di Gunung Anak Krakatau bisa cepat ditemukan dalam keadaan selamat,” ucapnya.

Lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak adalah M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni yang berstatus freelance. Sementara itu, tiga awak kapal yang juga belum ditemukan adalah Warta selaku kapten, Sukarman sebagai ABK, dan Heriyanto.

Rombongan tersebut diketahui berangkat dari Pantai Carita menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada hari Senin (7/9/2026). Kontak terakhir dengan rombongan dilaporkan hilang sejak hari Selasa (8/9/2026).