Jurnal Indonesia — Penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau diperpanjang. Situasi ini mendorong para penumpang pesawat untuk mencari alternatif moda transportasi lain.
Salah satu penumpang yang terdampak, Nanik Nirmala, memutuskan untuk beralih menggunakan kereta api. Ia berencana menuju Surabaya terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan udara menuju Sulawesi Tenggara (Sultra).
“Informasinya awalnya penerbangan akan tertunda 1-2 jam karena bandara baru dibuka pukul 9 pagi. Namun, ternyata bandara ditutup total. Makanya kami beralih transportasi menggunakan kereta api,” ungkap Nanik di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, pada Senin (7/9/2026).
Nanik seharusnya terbang dari Bandara Soetta menuju Makassar, lalu melanjutkan perjalanan ke Kolaka pada hari ini. Namun, penghentian sementara operasional penerbangan di Soetta memaksanya mencari opsi penerbangan lain.
“Jadi kami masih berusaha mencari transportasi ke arah Jogja atau Surabaya, diusahakan mendapatkan tiket untuk ke Sulawesi,” tambahnya.
Saat ini, Nanik tengah dalam proses pengurusan pengembalian tiket pesawatnya. Ia juga berharap dapat segera memperoleh tiket pesawat dari Surabaya menuju Sultra.
“Kami masih memastikan kesesuaian waktu kedatangan kereta api dan keberangkatan pesawat,” jelasnya.
Nanik tetap berupaya untuk bisa terbang ke Kolaka. Menurutnya, menggunakan kapal laut akan memakan waktu perjalanan yang jauh lebih lama.
“Kalau naik kapal laut terlalu lama,” tuturnya.
Penerbangan di Bandara Soetta masih dihentikan sementara hingga pukul 18.00 WIB hari ini. Keputusan ini diambil menyusul peningkatan sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.