— London – Manajer Chelsea, Xabi Alonso, memiliki pekerjaan rumah besar untuk menyeimbangkan permainan timnya. The Blues menunjukkan ketajaman di lini serang, namun justru rapuh di lini pertahanan.

Chelsea dijadwalkan menantang Hull City di Stamford Bridge dalam lanjutan Liga Inggris pada Sabtu, 12 September 2026. Di bawah arahan manajer baru, Xabi Alonso, The Blues mengawali musim ini dengan cukup menjanjikan.

Sejauh ini, Chelsea berhasil mengumpulkan enam poin dari dua kemenangan dan satu kekalahan. Satu-satunya kekalahan diderita secara tipis 1-2 dari juara bertahan, Arsenal, pada pertandingan terakhir. Hasil ini menempatkan Chelsea di peringkat keempat klasemen sementara dengan raihan enam angka.

Namun, upaya Chelsea untuk kembali meraih tiga poin menghadapi Hull diprediksi tidak akan mudah. The Tigers, yang berstatus tim promosi, tampil mengejutkan di awal musim ini.

Hull City belum terkalahkan dan belum pernah kebobolan dalam tiga pertandingan yang telah dijalani, meraih dua kemenangan dan satu hasil imbang. Posisi Hull City pun berada tepat di atas Chelsea, yakni di peringkat ketiga klasemen dengan sembilan angka.

Kehadiran Hull City menjadi ujian nyata bagi Chelsea yang dianggap belum seimbang secara permainan, meskipun performanya sejauh ini cukup menjanjikan. Chelsea memang subur dalam mencetak gol, namun lini belakangnya menjadi titik lemah yang krusial.

Dalam tiga laga awal, Chelsea mampu mengemas delapan gol. Akan tetapi, gawang mereka juga sudah kebobolan tujuh gol. Hal ini menjadi pekerjaan rumah utama bagi Alonso.

Manajer asal Spanyol tersebut kini fokus untuk mempertahankan ketajaman lini serang sekaligus memperkuat pertahanan agar lebih solid. “Itulah tujuan saya. Inilah fokus, pekerjaan, dan proses yang sedang kami jalani,” ujar Alonso, dikutip dari Football London.

Alonso menambahkan, timnya ingin menjadi lebih kompetitif dan tampil sama baiknya, atau bahkan lebih baik lagi dalam menyerang, karena ia merasa masih ada ruang untuk peningkatan. “Kami juga ingin menjaga keseimbangan, serta merasa solid dan tangguh dalam bertahan. Kami ingin meminimalkan jumlah kebobolan, dan ini adalah tugas semua orang, mulai dari penyerang hingga penjaga gawang,” jelasnya.