Jurnal Indonesia — Lini belakang yang rapuh kembali menjadi sorotan utama bagi Chelsea dalam pertandingan lanjutan Premier League melawan Hull City. Kelemahan ini membuat The Blues harus kehilangan keunggulan dan akhirnya bermain imbang.
Pertandingan yang digelar di Stamford Bridge pada Sabtu (12/9/2026) malam WIB itu berakhir dengan skor 2-2. Chelsea sempat unggul lebih dulu melalui gol Morgan Rogers di menit ketujuh. Namun, Hull City berhasil membalikkan keadaan berkat dua gol Mohamed Belloumi yang dicetak dalam rentang enam menit, tepatnya pada menit ke-28 dan ke-34. Chelsea baru bisa menyamakan kedudukan melalui gol Joao Pedro setelah jeda, pada menit ke-66.
Performa lini belakang Chelsea kembali menunjukkan kerapuhannya. Hull City mampu menciptakan 13 tembakan, enam di antaranya mengarah ke gawang, dan berhasil mencetak dua gol meskipun hanya menguasai bola sebesar 32 persen.
Manajer Chelsea, Xabi Alonso, mengakui bahwa lini belakang timnya masih sangat rapuh, yang menyebabkan timnya harus kehilangan keunggulan cepat atas Hull. Hingga kini, Chelsea telah kebobolan sembilan gol dari empat pertandingan. Meskipun lini depan Chelsea cukup tajam dengan torehan 10 gol musim ini, kerapuhan pertahanan masih menjadi pekerjaan rumah besar.
“Kami kecewa dengan hasil ini. Kami ingin menang. Kami harus kecewa dengan beberapa bagian dari penampilan kami terutama ketika kami unggul,” ujar Alonso seperti dikutip dari BBC.
“Kami terlalu rapuh usai gol penyama kedudukan. Kami bisa melakukan jauh lebih baik. Bermain bagus selama 15 hingga 20 menit tidaklah cukup. Anda harus berada dalam kondisi terbaik selama 90 menit. Ada kalanya kami tidak mampu menjaga momentum dan intensitas itu,” jelasnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.