— Jakarta – Tottenham Hotspur saat ini terjerembap di dasar klasemen Liga Inggris meskipun telah melakukan belanja besar di bursa transfer. Bek kiri The Lilywhites, Andy Robertson, menilai ada dua hal krusial yang dibutuhkan timnya untuk bangkit.

Tottenham menghabiskan lebih dari 300 juta Paun untuk mendatangkan pemain baru pada bursa transfer musim panas lalu. Namun, investasi besar tersebut belum membuahkan hasil yang diharapkan.

Setelah dua musim beruntun finis di posisi ke-17, Spurs kini justru menduduki dasar klasemen. Performa yang jauh dari ekspektasi ini menjadi catatan penting bagi tim.

Dengan lima pekan pertama tanpa kemenangan dan hanya mencetak dua gol, jeda internasional memberikan waktu bagi Tottenham untuk melakukan evaluasi. Robertson, mantan pemain Liverpool, optimistis timnya akan menemukan performa terbaiknya.

Ia berpendapat bahwa di luar faktor kesialan, masalah utama tim lebih mengarah pada aspek mental. Dua musim terakhir yang dihabiskan di papan bawah klasemen tampaknya menjadi beban tersendiri bagi para pemain.

“Menurut saya kami cuma butuh sedikit keberuntungan, dan kami butuh melupakan lebih banyak soal masa lalu dan memikirkan bagaimana kami beranjak ke depan,” ujar Robertson.

“Saya sungguh berpikir seiring berjalannya musim, kami akan membaik dan membaik,” imbuhnya, menunjukkan keyakinan akan potensi timnya untuk bangkit di sisa kompetisi.