— Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) menegaskan komitmennya memperkuat pembangunan infrastruktur digital nasional lewat sejumlah langkah strategis yang disepakati dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) II.

Salah satu kebijakan utama adalah penerapan skema konsorsium untuk mereduksi biaya relokasi jaringan fiber optik yang selama ini memberatkan pelaku usaha, terutama perusahaan skala kecil dan menengah.

Skema Konsorsium untuk Tekan Biaya Relokasi

Keputusan Munaslub II menetapkan skema konsorsium sebagai solusi yang memungkinkan empat hingga lima jaringan fiber optik ditempatkan dalam satu pipa HDPE. Tujuannya untuk membuat biaya pembangunan dan relokasi jaringan menjadi lebih efisien bagi anggota Apjatel.

Penjelasan mengenai skema ini disampaikan oleh Ketua Umum Apjatel, Jerry Mangasas Swandy, yang menekankan keberpihakan organisasi kepada semua anggota, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor telekomunikasi.

“Apjatel membuat skema konsorsium yang terdiri atas empat hingga lima kabel yang dapat masuk dalam satu HDPE. Tujuannya untuk menekan biaya relokasi kabel udara maupun penggelaran jaringan fiber optik. Ini merupakan bentuk keberpihakan kami kepada seluruh anggota, baik perusahaan besar maupun UMKM,” ujar Ketua Umum Apjatel Jerry Mangasas Swandy dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (17/6/2027).

Apjatel juga menyiapkan mekanisme untuk merespons inisiatif pemerintah daerah yang mendorong penataan kabel udara demi estetika perkotaan dan aspek keselamatan. Setiap permintaan penataan akan melalui proses verifikasi untuk menentukan solusi yang paling tepat, apakah cukup perapihan, pembangunan tiang bersama, atau relokasi ke bawah tanah.

Pelaksanaan pekerjaan akan ditangani oleh vendor yang dipilih melalui mekanisme lelang atau penunjukan langsung berdasarkan kesepakatan anggota. Menurut Apjatel, mekanisme ini dirancang agar aspek teknis dan pembiayaan diputuskan secara transparan melalui musyawarah.

“Perapihan, pembangunan tiang bersama, maupun relokasi kabel bawah tanah akan dilakukan oleh vendor yang dipilih berdasarkan kesepakatan anggota. Semua keputusan mengenai teknis, harga, hingga pelaksanaan dilakukan secara terbuka,” jelasnya.

Peran Apjatel dan Prinsip Organisasi

Jerry menegaskan Apjatel berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi nasional. Organisasi berperan menjembatani kepentingan anggota dalam menghadapi regulasi dari pemerintah pusat maupun daerah, serta memastikan pembangunan jaringan berjalan efektif.

“Setiap keputusan terkait teknis, harga, dan pelaksanaan selalu berdasarkan musyawarah anggota. APJATEL berkomitmen menjalankan setiap langkah dengan prinsip demokrasi, transparansi, dan akuntabilitas. Tidak ada yang kami tutupi,” tegasnya.

Dengan hasil Munaslub II, Apjatel optimistis memperkuat sinergi antaranggota dan mempercepat pembangunan jaringan fiber optik yang lebih efisien, sehingga operator telekomunikasi dapat menghadirkan layanan internet yang semakin berkualitas bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

Organisasi ini juga menargetkan menjadi salah satu motor penggerak pemerataan konektivitas digital melalui kolaborasi yang lebih erat antara pelaku industri, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.

Munaslub II

Jerry mengatakan Munaslub II berlangsung kondusif dan menjadi momentum memperkuat soliditas organisasi di tengah meningkatnya kebutuhan pembangunan infrastruktur digital nasional.

Menurutnya, dinamika yang muncul selama proses organisasi merupakan hal yang wajar dalam sebuah wadah yang mengedepankan demokrasi. Perbedaan pandangan justru menjadi ruang untuk melahirkan kebijakan yang lebih matang demi kepentingan seluruh anggota.

“Perbedaan pendapat justru memperkaya proses pengambilan keputusan. Kami di Apjatel menjadikan dinamika ini sebagai energi untuk mencari solusi terbaik, bukan sebagai penghalang. Yang terpenting, seluruh insan Apjatel memiliki visi yang sama, yaitu memperkuat infrastruktur digital untuk Indonesia yang lebih maju,” kata Jerry.

Ia menegaskan, setelah Munaslub, fokus Apjatel adalah mempererat kolaborasi dengan seluruh anggota serta para pemangku kepentingan guna mendukung percepatan transformasi digital yang tengah didorong pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital.

Simak Video “Video: Daftar Pemenang Apresiasi Konektivitas Digital Kategori Puskesmas, Sekolah, Pos TNI”