Jurnal Indonesia — Sony secara resmi meluncurkan FX5 ke pasar Indonesia, menambah jajaran kamera dalam keluarga Cinema Line. Model ini menjadi yang pertama dalam seri FX yang menawarkan fitur Open Gate Shooting dan kemampuan perekaman RAW X-OCN secara internal.
Kamera ini dibanderol dengan harga mulai dari Rp85,99 juta. Kehadiran FX5 membawa inovasi signifikan bagi para kreator konten video profesional.
Kemampuan Open Gate dan Perekaman RAW Internal
Fitur Open Gate Shooting pada FX5 memungkinkan kamera membaca seluruh area sensor dengan rasio 3:2. Hal ini memberikan keleluasaan yang lebih besar bagi para kreator untuk melakukan komposisi dan reframing saat proses pascaproduksi. Satu materi video dapat diolah menjadi berbagai rasio untuk kebutuhan distribusi yang berbeda.
Selain itu, FX5 mampu merekam X-OCN 16-bit scene-linear secara internal. Keunggulan ini menghilangkan kebutuhan akan perekam eksternal untuk menghasilkan materi RAW, sehingga menyederhanakan konfigurasi perangkat di lapangan.
Sony juga menyediakan dua codec baru, X-OCN C1 dan X-OCN C2, yang memberikan pilihan fleksibel berdasarkan kebutuhan kualitas gambar, ukuran berkas, dan alur kerja produksi. Faye Adelia, Digital Imaging Product Manager PT Sony Indonesia, menyatakan bahwa perekaman X-OCN internal membuat setup kamera menjadi lebih ringan dan praktis, terutama untuk pengambilan gambar yang membutuhkan banyak pergerakan.
Sensor Baru dan Performa Tinggi
Sony FX5 dibekali dengan sensor full-frame fully stacked Exmor RS CMOS generasi baru. Sensor ini dipadukan dengan mesin pemrosesan gambar BIONZ XR2 dan unit pemrosesan berbasis kecerdasan buatan (AI). Kombinasi teknologi ini dirancang untuk menghasilkan kecepatan, detail gambar, dan latitude yang luas.
Kemampuan readout yang cepat memungkinkan FX5 mendukung perekaman video dengan resolusi tinggi dan frame rate yang kencang. Kamera ini mampu menghasilkan resolusi 5K hingga 60 fps, 4K hingga 120 fps, serta Full HD hingga 240 fps. Perekaman menggunakan S-Log3 diklaim menawarkan dynamic range lebih dari 15 stop.
Untuk mengakomodasi berbagai kondisi pencahayaan, FX5 memiliki tiga pengaturan base ISO: ISO 800, 4.000, dan 12.800. Fitur Dual Gain Shooting juga hadir untuk pertama kalinya pada seri FX, memanfaatkan kemampuan sensor untuk menghasilkan gradasi lebih halus dan latitude lebih luas sambil menekan noise tanpa mengorbankan detail pada area bayangan.
Fitur Canggih dan Desain Ergonomis
Sistem autofokus pada FX5 memanfaatkan kemampuan AI, termasuk teknologi estimasi pose manusia dan Real-time Tracking untuk mempertahankan fokus pada subjek, bahkan dalam kondisi minim cahaya. Fitur Auto Tracing White Balance (ATW) menggunakan sensor cahaya, inframerah, dan deep learning untuk menstabilkan keseimbangan warna putih.
Kamera ini juga dilengkapi fungsi Noise Suppression yang dapat diaktifkan atau dinonaktifkan sesuai kebutuhan. Dukungan de-squeeze untuk lensa anamorfik mencakup rasio 1,3x, 1,5x, 1,6x, 1,8x hingga 2,0x.
Dari segi desain, FX5 mengadopsi bodi flat-top yang memungkinkan fleksibilitas konfigurasi, mulai dari handheld, gimbal, hingga pengambilan gambar di ruang terbatas. Sistem stabilisasi optik 5-axis yang diperbarui menawarkan rentang koreksi roll dua kali lebih luas dibandingkan sistem sebelumnya.
Layar sentuh LCD berukuran 3,5 inci dengan resolusi sekitar 2,76 juta titik dapat diputar hingga 180 derajat. Sony juga menerapkan sistem menu baru yang menyerupai pengoperasian kamera CineAlta dan FX6, memudahkan pengguna yang berpindah antar lini kamera profesional Sony.
Aksesori dan Ketersediaan
Untuk kebutuhan produksi berdurasi panjang, FX5 dilengkapi sistem kipas pendingin berefisiensi tinggi dengan ruang udara terpisah, serta konstruksi tahan debu dan kelembapan. Tersedia pula dua port USB Type-C dengan dukungan USB Power Delivery, serta input timecode menggunakan kabel adaptor opsional.
Sony menawarkan aksesori tambahan seperti OLED Detachable Viewfinder DVF-EL1 dan XLR Handle Unit XLR-H2 yang mendukung input audio empat kanal. Masa pre-order FX5 dibuka mulai 13 Agustus hingga 20 September 2026.
Versi body only dipasarkan seharga Rp85.999.000, sedangkan paket FX5 + XLR Handle seharga Rp94.999.000. OLED Viewfinder DVF-EL1 dijual terpisah seharga Rp11.499.000. Selama periode pre-order, konsumen berhak mendapatkan baterai NP-SA100, kartu memori CFexpress Type A CEA-G240T, dan Thule Accent2 Backpack.
Kamera ini dijadwalkan tersedia luas mulai akhir September 2026. Sony juga menyiapkan pembaruan perangkat lunak versi 2.0 yang dijadwalkan hadir pada Agustus 2027 atau setelahnya, yang akan membawa fitur-fitur baru seperti perekaman HFR hingga 240 fps dalam format X-OCN dan optimasi untuk produksi video vertikal.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.