— JAKARTA – PT Alita Praya Mitra (Alita) mengumumkan kerja sama strategis dengan Fujitsu Limited untuk memperkenalkan teknologi analitik gerak manusia berbasis kecerdasan buatan (AI), yang dikenal sebagai Human Motion Analytics, ke pasar Indonesia. Kolaborasi ini secara khusus membidik segmen industri olahraga dan kesehatan. Teknologi inovatif ini akan dapat dicoba langsung oleh publik mulai Jumat (12/9) di ajang Indonesia Sports Summit 2026 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC).

Acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara kedua perusahaan dihadiri oleh Direktur Utama Alita, Joseph Lumban Gaol, dan Corporate Executive Officer, EVP, Global Solutions Business Group Fujitsu Limited, Naoko Otsuka. Penandatanganan ini dilaksanakan dalam rangkaian kunjungan delegasi Fujitsu ke kantor pusat Alita.

Di booth bersama yang menampilkan produk Alita dan Fujitsu, pengunjung Indonesia Sports Summit 2026 berkesempatan untuk mencoba empat aplikasi utama dari teknologi Human Motion Analytics. Keempat aplikasi tersebut meliputi AI Gait Analysis yang berfokus pada analisis pola berjalan dan mobilitas; Senior Functional Training yang dirancang untuk meningkatkan kebugaran lansia serta mengurangi risiko jatuh; Rowing Performance Analysis yang mengukur teknik dan efisiensi gerakan mendayung; serta Golf Swing Analysis yang melakukan pembedahan mendalam terhadap mekanika ayunan golf untuk keperluan pelatihan.

Booth interaktif ini akan terbuka untuk umum selama tiga hari, mulai tanggal 11 hingga 13 September.

Joseph Lumban Gaol, Direktur Utama Alita, menyatakan bahwa selama lebih dari tiga dekade, Alita telah berperan penting dalam membangun infrastruktur digital yang menjadi tulang punggung berbagai institusi di Indonesia. Kini, perusahaan bertekad membawa kapabilitas tersebut ke ranah aplikasi yang lebih baru.

“Teknologi ini memungkinkan analisis gerak yang sebelumnya hanya bisa dilakukan di laboratorium menjadi jauh lebih terjangkau. Bagi kami, ini bukan sekadar tentang mendatangkan produk dari luar. Alita, sebagai perusahaan teknologi lokal, akan secara aktif mengembangkan penggunaan teknologi ini dengan konteks Indonesia agar benar-benar mampu menjawab kebutuhan para atlet, pelatih, dan tenaga kesehatan di Tanah Air,” ujar Joseph.

Teknologi yang dikembangkan oleh Fujitsu ini menggunakan metode yang disebut AI skeleton recognition. Metode ini mampu mendigitalkan gerakan tubuh manusia dalam format tiga dimensi hanya dengan memanfaatkan rekaman video biasa. Keunggulan utamanya adalah tidak diperlukannya sensor yang harus dikenakan di tubuh maupun studio motion capture khusus. Analisis gerak yang objektif selama ini membutuhkan laboratorium dan peralatan mahal, sehingga sulit diakses oleh sebagian besar klub olahraga, klinik, dan pusat pelatihan di Indonesia.

Dengan pemanfaatan kamera standar dan sistem pengolahan berbasis AI, analisis gerakan yang setara dapat dilakukan langsung di lapangan, ruang latihan, atau fasilitas klinik. Penerapannya sangat luas, mencakup identifikasi bakat potensial, optimalisasi performa atlet, pencegahan cedera, hingga pemantauan efektivitas proses rehabilitasi medis.

“Bagi Alita, kerja sama ini merupakan perluasan strategis dari pilar Business Productivity, salah satu dari empat pilar utama solusi bisnis yang dikembangkan Alita. Pilar ini mencakup pemanfaatan kecerdasan buatan untuk berbagai kebutuhan organisasi. Sektor olahraga dan kesehatan menjadi segmen pasar baru yang signifikan bagi kami, melengkapi basis pelanggan telekomunikasi, korporasi, dan institusi publik yang telah kami layani selama ini,” tambah Joseph.

Teknologi Human Motion Analytics ini merupakan bagian integral dari Fujitsu Uvance, sebuah portofolio solusi lintas industri yang ditawarkan oleh Fujitsu. Alita telah mendapatkan persetujuan untuk berpartisipasi dalam program Uvance Partner, sebuah program kemitraan strategis yang dirancang oleh Fujitsu untuk bersama-sama mengembangkan peluang bisnis baru di pasar masing-masing mitra.

Corporate Executive Officer, EVP, Global Solutions Business Group Fujitsu Limited, Naoko Otsuka, menambahkan bahwa Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial bagi pengembangan teknologi yang secara langsung mendukung kesehatan, peningkatan performa manusia, dan kualitas hidup secara keseluruhan.

“Melalui kolaborasi dengan Alita, yang memiliki pemahaman mendalam tentang pasar lokal, keahlian yang solid di bidang infrastruktur, serta jangkauan nasional yang kuat, kami akan bersama-sama menjajaki bagaimana teknologi dan keahlian Fujitsu dapat secara efektif menjawab berbagai kebutuhan di sektor olahraga dan kesehatan yang ada di Indonesia,” terangnya.

Ke depannya, kedua perusahaan berencana untuk mengidentifikasi prioritas utama dalam penerapan teknologi ini. Mereka juga akan menjajaki potensi kerja sama dengan para pemangku kepentingan kunci dalam ekosistem olahraga, kesehatan, dan pendidikan di Indonesia. Selain itu, evaluasi mendalam terhadap kebutuhan teknis dan komersial untuk implementasi di Indonesia juga akan dilakukan. Perlu dicatat bahwa Nota Kesepahaman ini bersifat kerangka kerja yang tidak mengikat, di mana setiap kesepakatan komersial yang dihasilkan di kemudian hari akan tunduk pada perjanjian terpisah yang bersifat mengikat.